Home / Berita / Pemerintah Dorong BUMN Garap Berbagai Proyek yang Tersedia di Afrika

Pemerintah Dorong BUMN Garap Berbagai Proyek yang Tersedia di Afrika

Pemerintah mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggarap berbagai proyek yang tersedia di Afrika. Saat ini, BUMN yang tercatat memiliki pengalaman menggarap proyek di Afrika adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Afrika merupakan benua yang berkembang. Jika BUMN Indonesia dari sekarang mulai menggarap proyek di benua itu, ke depan jika terdapat proyek serupa maka BUMN akan lebih kompetitif.

“Kalau kita bisa masuk di pasar itu pada awal, bisa berikan positioning bagi perusahaan Indonesia untuk menempatkan posisi yang kompetitif di benua tersebut,” kata Sri Mulyani di Kantor LPEI, Kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (27/3).

Sejauh ini, kata dia, beberapa BUMN Indonesia sebenarnya sudah berpengalamanmemenangkan tender di luar negeri, misalnya seperti INKA yang mengekspor trainset ke Bangladesh. Dengan begitu, Indonesia diharapkan kompetitif di berbagai bidang di Afrika.

“Sehingga kita tidak bergantung kepada a few commoditya few maketyang kemudian membuat ekonomi menjadi vulnerable,” beber Sri Mulyani.

Dia mengungkapkan, Kemenkeu melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendukung BUMNyang  ingin menggarap proyek di luar negeri dengan memberi kredit modal kerja skema National Interest Account (NIA).

“Dengan adanya LPEI, mereka mampu masuk karena kemudian kita membantu modal kerja. Ini akan menambah kemampuan dan confidence untuk masuk,” paparnya.

Pada Januari 2019, Sri Mulyani menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 1/KMK.08/2019 tentang Penugasan Khusus LPEI untuk mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Nilai kredit modal kerja yang bisa diberikan hingga Rp 1,6 triliun.

Sumber Kmparan, edit koranbumn

Check Also

Kemenhub Serahkan Pengelolaan dan Operasional Tiga Bandara ke BUMN

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan pengelolaan tiga bandara kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *