Home / Berita / Pengalihan KA Babaranjang Keluar Bandar Lampung, Dianggarkan Rp3 Triliun untuk Bangun Rel

Pengalihan KA Babaranjang Keluar Bandar Lampung, Dianggarkan Rp3 Triliun untuk Bangun Rel

Rencana pengalihan jalur angkutan kereta api barang atau yang dikenal kereta api babaranjang agar tidak melintas di tengah perkotaan, Kementrian Perhubungan RI mematok anggaran sebesar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun yang akan dikelola bersama pengelola swasta.

“Jadi nanti akan kita buatkan jalur kereta shortcut dari Tegineneng sampai Tarahan dengan jarak 40 km bersama pengelola swasta. Kita selama ini dipusingkan dengan keuangan yang ada. Kemarin gubernur bersama dengan kementrian keuangan sudah mengundang para tender swasta,” kata Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sukmadi usai rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Lampung di Mahan Agung, Minggu (30/6/2019).

Selain melibatkan pihak pengelola swasta yang akan melayangkan tendernya, Kemenhub juga akan mengkombinasikan kerjasama dengan direktorat jenderal perkeretaapian dan pemerintah daerah untuk menggunakan dana APBN dan APBD setempat.

“Semuanya sudah clear terkait short card dan long card. Karena kita tahu banyak potensi yang ada di stasiun salah satunya akan menjadi transit oriented development (TOD) seperti halnya yang ada di Singapura yang dapat mendatangkan uang,” ujar dia.

Selain rencana memindahkan jalur kereta babaranjang ke luar kota, Kemenhub juga berencana akan merevitalisasi pelayanan yang ada di Pelabuhan Bakauheni agar tidak terjadi kemacetan dan penumpukan kendaraan serta merevitalisasi Terminal Rajabasa seperti layaknya bandara.

“Kita juga ada inisiasi membangun lagi terminal dengan tipe a yang ada di Lampung. Seperti di Bukit Kemuning dan akan membuat terminal khusus barang. Jadi jika ada barang dari Sumatera kita bisa kumpulkan di satu tempat,” jelas dia.

Sumber KAI,Lampunpro edit koranbumn

Check Also

IPC Gelar FGD Profesional Auditor Forum

Bekerja sama dengan The Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA), dan Associations of Certified Fraud …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *