Home / Berita / Perhutani Saradan Sosialisasi Terapkan Barcode Kayu pada Kegiatan Pelatihan Job Training Tebangan

Perhutani Saradan Sosialisasi Terapkan Barcode Kayu pada Kegiatan Pelatihan Job Training Tebangan

Perhutani Kesatuan  Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan mendukung upaya pemerintah dalam membangun sistem tata kelola hutan lestari secara transparan dan berkelanjutan dengan mengadakan sosialisasi barcode kayu pada kegiatan Pelatihan Job Training Tebangan yang dilaksanakan di petak 38 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Notopuro  Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Notopuro, Rabu (20/2).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 95 orang peserta yang terdiri dari Asisten Perhutani (Asper), Kepala RPH, Penguji kayu dan segenap mandor tebang wilayah Perhutani KPH Saradan. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan agar segenap peserta yang mengikuti kegiatan ini mengerti dan memahami manfaat pemasangan barcode pada kayu produksi.

Dalam kegiatan pelatihan job training tebangan ini peserta diajarkan bagaimana agar mereka tahu tentang teknik penebangan kayu yang benar dan tertib seperti pembagian batang (Bucking Policy) dan selanjutnya mampu menerapkan administrasi sesuai dengan sistem penatausahaan hasil hutan berdasarkan Peraturan Menteri P.42 tahun 2014 tentang Penatausahaan hasil hutan kayu yang berasal dari hutan produksi dan Surat Keputusan (SK) Direksi Perhutani nomor 3169 tahun 2014 tentang Prosedur kerja Penatausahaan kayu hasil pemanenan yang berasal dari wilayah pengelolaan Perum Perhutani.

Dalam sambutannya Administratur Perhutani KPH Saradan Noor Rochman menjelaskan bahwa kayu yang ditebang dan telah memiliki barcode akan memuat informasi kayu hingga terdeteksi dimana posisi asal usul kayu tersebut, sehingga mempermudah untuk melakukan lacak balak atau penelusuran asal kayu itu berasal dari petak mana.

“Setelah mengikuti kegiatan ini saya harapkan ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan dilapangan, baik cara pemasangan barcode, teknik penebangan kayu, menentukan arah rebah yang benar juga cara menentukan pembagian batang atau bucking policy yang benar sehingga kayu bisa dijual di pasar dengan harga tinggi”, imbuh Noor Rochman. (Kom-PHT/Srd/Swn)

Check Also

BRI Syariah Bagikan Bantuan Pendidikan dan Simpanan Pelajar Bagi Yatim Dhuafa

BRI Syariah memberikan bantuan pendidikan dan simpanan pelajar dalam acara Fin Expo 2019. Fin Expo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *