Home / Berita / Pertunjukan Drama Tari Roro Jonggrang Memukau Peserta Pembukaan Gelaran VW Bahagia

Pertunjukan Drama Tari Roro Jonggrang Memukau Peserta Pembukaan Gelaran VW Bahagia

Pertunjukan Drama Tari Roro Jonggrang berhasil memukau para pengunjung gelaran VW Bahagia di halaman Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Sabtu (27/7/2019). Tari yang baru diluncurkan pada november tahun lalu ini menceritakan cerita legenda pembangunan Candi Prambanan.

Berbeda dengan Sendratari Ramayana yang klasik, Drama Tari Roro Jonggrang ini menampilkan gerakan tari yang beraneka ragam mulai dari tarian kontemporer, breakdance, hip hop, love dance dan bahkan diselipkan pula Tari Saman. Demikian pula tata musik pengiringnya yang juga menyesuaikan dengan gerakan tari.

Drama tari Legenda Roro Jonggrang menceritakan tentang hubungan Roro Jonggrang dengan Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso, yang merupakan anak dari Prabu Damarmoyo. Bandung Bondowoso pun kemudian balas dendam dan membunuh Prabu Boko. Dalam kesempatan itu, ia melihat sosok Roro jonggrang dan jatuh hati terhadapnya.
Roro Jonggrang yang tahu bahwa Bandung Bondowoso adalah pembunuh ayahnya, ingin memperdayainya dengan menyuruh untuk membuat seribu candi dalam waktu semalam.
Bandung yang sakti, menyanggupi permintaan itu. Dengan bantuan makhluk-makhluk halus, akhirnya bekerja keras membuat 1.000 candi. Roro Jonggrang yang mengetahui rencana itu akan berhasil akhirnya melakukan tipu muslihat dengan mengerahkan para wanita untuk segera beraktivitas termasuk menumbuk padi.

Mendengar suara aktivitas pagi, ayam pun berkokok, para makhluk halus yang membantu Bandung segera meninggalkan tempat.

Dan sampai akhir pekerjaan ternyata bukan 1.000 candi yang dibangun, tetapi masih kurang satu atau 999 candi.

Mengetahui kelicikan Roro Jonggrang, Bandung pun berteriak marah. “Kau licik, Jonggrang. Sebagai pelengkap candi ke 1.000, kamu Jonggraaaaaang,” kata Bandung mengakhiri dramatari.

Sumber TWC, edit koranbumn

Check Also

Sinopsis Buku Berjudul Djedjak Langkah

Sinopsis Djedjak Langkah karya Bakri Siregar Mawar tak ada di rumah, sejak makan malam tadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *