Home / Anak Perusahaan / Phapros Bekerjasama dengan LIPI Kembangkan Alat Deteksi Kanker Serviks

Phapros Bekerjasama dengan LIPI Kembangkan Alat Deteksi Kanker Serviks

PT Phapros Tbk. menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam mengembangkan alat deteksi dini kanker serviks yang menggunakan darah dan urine sebagai sampelnya.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan angka penderita kanker serviks di Indonesia semakin meningkat. Setiap tahunnya, tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi, dan hal itu membuat kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor satu di Indonesia.

Tingginya jumlah penderita kanker bisa dicegah dengan dilakukannya deteksi dini (screening). Saat ini, deteksi dini yang paling mudah dan bisa dilakukan oleh perempuan Indonesia untuk mencegah kanker serviks adalah dengan pap smear. Namun, kebanyakan diantara mereka enggan melakukan pap smear karena merasa tidak nyaman.

“Banyak pasien kanker serviks yang datang ke rumah sakit sudah dengan stadium lanjut karena enggan melakukan screening dengan pap smear yang membuat mereka merasa kurang nyaman. Untuk itu, kami menggandeng LIPI untuk mengembangkan diagnostic kit kanker serviks yang bisa membuat perempuan nyaman melakukan screening,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (11/2/2019).

Selain itu, ujar Emmy—sapaan akrab Barokah Sri Utami, ternyata Human Papiloma Virus (HPV) yang merupakan penyebab kanker serviks tidak hanya ditemui pada penderita kanker serviks, tetapi juga pada penderita kanker lain seperti kanker usus atau paru-paru.

Itu artinya HPV bisa menyebar ke semua organ vital melalui peredaran darah, sehingga dibutuhkan sebuah alat deteksi dini kanker yang menggunakan darah sebagai salah satu sampelnya.

Emmy juga menuturkan kerja sama yang dilakukan anak perusahaan PT RNI (Persero) itu dengan LIPI sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6/2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Alat deteksi dini (diagnostic kit) kanker serviks yang dikembangkan emiten berkode saham PEHA bersama LIPI tersebut merupakan penemuan dari Sukma Nuswantara, seorang peneliti LIPI dan ke depannya akan segera diuji klinis di RSCM, Jakarta.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Peduli Berbagi Kasih, Pekerja Pertamina Kunjungi Anak Penderita Kanker

Para pekerja PT Pertamina (Persero) berkunjung ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Cempaka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *