Home / Berita / PLTA Jatigede di Sumedang akan Menyusul Operasi Secara Komersial pada September 2019.

PLTA Jatigede di Sumedang akan Menyusul Operasi Secara Komersial pada September 2019.

PT PLN (Persero) mencatat sejumlah pembangkit listrik tenaga air akan beroperasi dalam waktu dekat menyusul PLTA Rajamandala yang telah melakukan commercial operation date pada 12 Mei 2019 lalu.

Evp Konstruksi regional Jawa bagian tengah, Dady Murihno mengatakan pembangkit yang segera beroperasi adalah PLTA Jatigede di Sumedang pada September 2019 dengan kapasitas 2×5 MW.

Selain itu, adapula, PLTA Cisokan yang sebentar lagi akan memasuki tahap pengerjaan utama.

Menurutnya, berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019-2028, target bauran energi baru terbarukan (EBT) adalah mencapai 23 persen pada 2025 atau sama dengan 6,7 GW.

“Penyelesaian proyek ini dapat membantu PLN untuk mencapai target,” katanya, Jumat (12/7/2019).

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris mengatakan total potensi energi baru terbarukan di Indonesia mencapai 75 GW.

Namun, dari potensi tersebut yang baru terpasang untuk dikembangkan sebagai pembangkitan adalah sebesar 9.761,5 MW.

Sementara, saat ini pihaknya masih mendorong penyelesaian 75 perjanjian jual beli listrik (PJBL) atau power purchasing agreement (PPA) 2017-2018 agar cepat terealisasi. Hingga saat ini, dari 75 PPA, baru sebanyak delapan diantaranya yang COD, 35 PPA masih tahap konstruksi, dan sisanya masih mencari pembiayaan.

“Kita tahu capaian ini masih rendah dan kami masih akan terus mengembangkan potensi lainnya,” katanya.

Harris mencatat pada tahun ini ada sebanyak 157 proyek EBT berkapasitas total 4.718 MW dengan nilai investasi US$10,51miliar yang berpotensi untuk memasuki tahap kontrak dan pengadaan pada tahun ini.

Walaupun memasuki tahap pengadaan tahun ini, PT PLN (Persero) tetap membutuhkan waktu lebih panjang karena perlu melakukan Kajian Kekayakan Proyek (KKP), perencanaan sistem, baru ke pengadaan. 157 proyek tersebut terdiri atas pembangkit tenaga air, surya, maupun panas bumi.

Menurutnya, operasi komersial 157 proyek tersebut juga belum dapat ditentukan karena bergantung pada kebetuhan listrik di masyarakat. PLN perlu memastikan dengan beroperasinya sejumlah pembangkit akan membuat terjadinya over supply atau sebaliknya malah kapasitas masih kurang sehingga rasio elektrifikasi tidak terancam.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Digitalisasi Pembayaran, BNI Fasilitasi Hak Tanggungan Secara Online

Kini proses pengurusan Hak Tanggungan dapat dilakukan secara online. Kemudahan proses tersebut dibarengi dengan digitalisasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *