Home / Berita / Presiden Jokowi Perintahkan BUMN Membeli Karet-karet Rakyat

Presiden Jokowi Perintahkan BUMN Membeli Karet-karet Rakyat

Presiden RI Joko Widodo telah menugaskan jajaran menteri-menterinya untuk memperbaiki harga karet alam guna menyejahterakan petani karet. .

Langkah strategis pertama adalah melalui jalur diplomasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand di forum ITRC. Tiga kebijakan yang disepakati yaitu mengatur jumlah ekspor karet alam, peningkatan penggunaan karet alam di dalam negeri, dan peremajaan karet alam.

Menindaklanjuti hasil diplomasi ITRC tersebut, Presiden RI memerintahkan Menteri PUPR agar penggunaan karet untuk aspal mulai dilaksanakan di seluruh tanah air, setelah sebelumnya berhasil dilakukan di 3 provinsi yaitu Sumsel, Riau, dan Jambi.

Menko Perekonomian pun diminta menyelesaikan urusan Norma, Standar, Prosedur, Kriteria (NSPK) Pemanfaatan Aspal Karet untuk Pembangunan Jalan di Daerah.

Nanti Menteri Dalam Negeri yang akan membuat surat edaran. Kalau itu sudah selesai, berarti penggunaan karet untuk aspal wajib di seluruh daerah. .

Kemudian, arahan untuk Menteri Perindustrian adalah hilirisasi industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah. .

Terakhir untuk Menteri BUMN, Presiden memerintahkan agar BUMN membeli karet-karet rakyat. Tentu dengan harga yang baik sehingga petani dapat keuntungan dari pembelian BUMN tsb.

Pemerintah pun menyadari bahwa hal ini bukan sekedar persoalan dalam negeri. Tekanan ekonomi global yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia turun, juga membuat permintaan turun sehingga secara otomatis harga juga bergerak ke bawah. Jadi sebetulnya masalah utama kita adalah karena ekonomi dunia belum normal dan pasar dunia belum dalam posisi yang baik.

Sumber Menkoperekonomian, edit koranbumn

Check Also

MY PLATUNUM , Yacht Mewah dari Australia Sandar di Benoa Marina Bali

Dermaga Benoa Marina Bali kembali menjadi tempat sandar kapal mewah, setelah minggu lalu kapal MY …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *