Home / Berita / Progres 3 Proyek Hunian Nempel Stasiun Sedang Digarap Perumnas

Progres 3 Proyek Hunian Nempel Stasiun Sedang Digarap Perumnas

Saat ini sedang berjalan proyek TOD (Transit Oriented Development) atau nempel stasiun kereta. Ketiga proyek itu adalah TOD Stasiun Pondok Cina di Depok, TOD Stasiun Tanjung Barat di Jakarta Selatan, dan TOD Stasiun Rawabuntu di Serpong.

TOD Pondok Cina sudah groundbreaking alias peresmian dimulainya proyek pada 2 Oktober 2017, lalu TOD Tanjung Barat lebih awal pada 15 Agustus 2017. Hingga yang terbaru, Rawabuntu pada 10 desember 2018. Lantas apa kabar pembangunan ketiga hunian ini?

GM Korporasi dan Komunikasi Perum Perumnas Dian Rahmawati menjelaskan bahwa hingga kini TOD Pondok Cina atau yang diberi nama Mahata Depok merupakan pembangunan paling cepat. Hingga kini, hunian di samping Stasiun Pondok Cina ini sudah membangun 7 lantai apartemen.

“Progress pembangunan sudah mencapai level 7 dari level ground. Proses konstruksi dalam tahap konstruksi atas,” kata Dian kepada detikFinance, di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Mahata Depok kata Dian ditargetkan selesai pembangunannya pada semester 2 tahun 2020. “Target penyelesaian konstruksi adalah semester 2 tahun 2020,” katanya.

Target yang sama juga ditetapkan untuk hunian TOD yang menempel di Stasiun Tanjung Barat. Hunian yang dinamakan Mahata Tanjung Barat ini juga ditarget rampung pada semester 2 tahun 2020.

Dian melanjutkan, untuk hunian yang satu ini saat ini sedang mengerjakan pembangunan sampai lantai 6.

“Pembangunan sudah mencapai level 6 dari level basement, konstruksi dalam tahap konstruksi struktur atas,” papar Dian.

Yang terakhir, ada TOD yang menempel di Stasiun Rawa Buntu. Hunian yang dinamakan Mahata Serpong ini hingga kini baru saja menyelesaikan konstruksi lantai dasarnya.

“Proses pembangunan sudah selesai konstruksi struktur bawah memasuki konstruksi struktur atas,” kata Dian.

Sumber detik, edit koranbumn

Check Also

Proses Bisnis Jasa Raharja Andalkan Transformasi Manajemen Risiko & Teknologi Informasi

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Jasa Raharja menyatakan bahwa selama ini mereka mengandalkan manajemen risiko …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *