Home / Berita / PTPP Bidik Proyek Infrastruktur di Malaysia dan Filipina Senilai Rp2 Triliun

PTPP Bidik Proyek Infrastruktur di Malaysia dan Filipina Senilai Rp2 Triliun

PT PP (Persero) Tbk. sedang membidik proyek infrastruktur di Malaysia dan Filipina sebagai upaya ekspansi offshore pada paruh kedua tahun ini.

Agus Purbianto, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PT PP (Persero) Tbk. mengungkapkan perseroan tengah mengikuti tender proyek di Malaysia dan Filipina. Pekerjaan yang diincar kontraktor pelat merah tersebut yakni pelabuhan dan jalan.

“[Potensi nilai kontrak] kira-kira up to Rp2 triliun,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (8/7).

Agus mengatakan saat ini proyek yang dibidik masih dalam tahap pra-kualifikasi. Pihaknya memproyeksikan rangkaian tender akan rampung pada akhir 2019.

Dia menjelaskan bahwa ekspansi dilakukan untuk memanfaatkan kesempatan di pasar luar negeri. Dengan catatan, jenis pekerjaan sesuai dengan kapasitas dan kompetensi perseroan.

Agus menggambarkan margin yang ditawarkan untuk proyek luar negeri terbilang menarik. Menurutnya, margin yang didapatkan minimal 2,5% lebih tinggi dibandingkan dengan proyek domestik.

“[Selisih margin] tergantung jenis proyeknya. Kalau operasi di luar negeri tentunya yang disasar lebih besar dari dalam negeri karena risikonya juga besar,” jelasnya.

Hingga Mei 2019, perseroan menggenggam kontrak baru senilai Rp11,4 triliun. Seperti diketahui, PTPP mengincar kontrak baru Rp50,3 triliun pada tahun ini. Target itu naik 16,97% dari realisasi Rp43 triliun pada 2018.

Sebagai catatan, PTPP melaporkan pendapatan Rp4,96 triliun pada kuartal I/2019. Realisasi itu tumbuh 34,92% dari Rp3,68 triliun pada kuartal I/2018.

Dari situ, kontraktor pelat merah tersebut mengantongi laba bersih Rp175,65 miliar per akhir Maret 2019. Pencapaian itu tumbuh 12,52% dari Rp156,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Kementerian ESDM Bagi-bagi Pengelolaan Blok Corridor ke ConocoPhillips, Pertamina dan Repsol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral resmi menyerahkan pengelolaan Blok Corridor ke ConocoPhillips, Pertamina dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *