Home / Berita / Rekor MURI dan Rekor Dunia Tercatat pada Perayaan Ulang Tahun Bukit Asam Tahun Ini

Rekor MURI dan Rekor Dunia Tercatat pada Perayaan Ulang Tahun Bukit Asam Tahun Ini

Ada yang berbeda pada perayaan Ulang Tahun Bukit Asam tahun ini. Usai upacara Peringatan HUT Bukit Asam, Lapangan utama Kantor Pusat Bukit Asam di Tanjung Enim dipenuhi oleh ribuan penari. Di barisan depan, para penari ini mengenakan pakaian daerah dengan motif lokal, dan di belakangnya para penari mengenakan pakaian hitam bermotif Batik Kujur khas Tanjung Enim.

Secara serempak, para penari dari tingkat SD hingga SMA ini menarikan Tari Nyambut. Tari Nyambut sendiri merupakan tarian khas Lawang Kidul, Tanjung Enim untuk menyambut tamu yang hadir. Gerak serempak para penari mendapat sambutan luar biasa dari peserta upacara.

Usai dihitung oleh tim MURI, tercatat sebanyak 1.204 penari yang menarikan Tari Nyambut ini. Banyaknya penari yang menari bersama dalam tarian ini, membuat Bukit Asam mendapatkan rekor MURI sebagai Pagelaran Tari Nyambut dengan Penari Terbanyak. Tak hanya rekor MURI, banyaknya penari yang menarikan Tari Nyambut ini juga tercatat sebagai rekor Dunia.

Tak hanya meraih rekor dalam Tari Nyambut dengan Penari Terbanyak, Bukit Asam juga meraih 2 rekor lain, yaitu Perusahaan Tambang Batu Bara peraih Penghargaan Lingkungan Proper Emas Terbanyak dan Tambang Batu Bara Tertua yang masih aktif.

Sejak tahun 2013, Bukit Asam telah meraih Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Hingga kini, total Proper Emas yang diraih Bukit Asam sejak tahun 2013 berturut-turut hingga 2018 adalah sebanyak 6 Proper Emas. Hal ini membuktikan bahwa Bukit Asam menjalankan komitmennya untuk terus peduli terhadap lingkungan dan melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong kemandirian warga.

Tepat pada 2019 ini juga, Tambang Batu Bara Airlaya Tanjung Enim berusia 100 tahun penambangan. Tambang Batu Bara di Tanjung Enim mulai dilakukan penambangan sejak 1919 dan sempat menggunakan metode underground mining (penambangan bawah tanah). Kini, tambang batu bara ini masih tetap aktif untuk penambangan batu bara dengan menggunakan metode open pit (penambangan terbuka).

Sumber PTBA, edit koranbumn

Check Also

TIMAH Boyong Pimred Media di Bangka Belitung untuk Mengunjungi Desa Batu Besi

PT Timah Tbk memboyong pemimpin redaksi (pimred) media di Bangka Belitung untuk mengunjungi Desa Batu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *