Home / Berita / Relaksasi GWM Bank Indonesia, Bikin Likuiditas BRI Bertambah Rp4 Triliun

Relaksasi GWM Bank Indonesia, Bikin Likuiditas BRI Bertambah Rp4 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia menyambut positif relaksasi giro wajib minimum atau GWM oleh Bank Indonesia yang diyakini akan memperlonggar likuiditas perseroan sekitar Rp4 triliun.

“Kami menyambut baik relaksasi GWM sebesar 50 bps menjadi 6%. Tentunya hal tersebut dapat meningkatkan kondisi likuiditas perbankan nasional serta fleksibilitas dana sehingga dapat menjaga suku bunga JIBOR,” kata Sekretaris Perusahaan Bank BRI Bambang Tribaroto kepada Bisnis, Kamis (4/7/2019).

Dia mengatakan, dari perhitungan secara nasional, relaksasi 50 bps tersebut akan dapat menambah likuditas bagi industri perbankan sekitar Rp25 triliun.

“Bagi BRI, dengan jumlah dana pihak ketiga sekitar Rp900 triliun maka diharapkan akan ada tambahan likuiditas sekitar Rp4 triliun,” katanya.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan, kelebihan likuiditas tersebut dapat menjadi tambahan ruang bagi perseroan dalam menyalurkan kredit, khususnya ke pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Dalam kesempatan sebelumnya, Bambang menyebutkan realisasi pertumbuhan penyaluran kredit perseroan sepanjang lima bulan pertama tahun ini masih sesuai target kendati pertumbuhan kredit industri menunjukkan perlambatan.

“Hingga awal kuartal II/2019, pertumbuhan kredit BRI masih on the track dengan target yang ditopang oleh semua segmen kredit, baik modal kerja dan investasi,” ujarnya.

Dia mengakui secara industri, penyaluran kredit melambat khususnya kredit modal kerja. Hal ini selain disebabkan faktor eksternal seperti penurunan beberapa harga komoditas, juga dipengaruhi oleh stagnasi permintaan kredit dari pelaku usaha.

Di samping itu, para debitur masih cenderung menunggu kepastian suku bunga ketika akan melakukan penarikan kredit.

“Sektor yang tercatat mengalami penurunan pertumbuhan, secara umum di antaranya adalah sektor perkebunan dan sektor pengangkutan,” ujarnya.

Walau begitu, emiten bersandi BBRI ini masih optimistis mampu mencapai target pertumbuhan kredit dua digit. Khusus untuk kredit modal kerja dan investasi diperkirakan tumbuh sebesar 12% – 14% pada akhir semester I/2019.

“Ke depan diprediksi pertumbuhan kredit modal kerja akan kembali membaik. Pada akhir semester I/2019, baik untuk kredit modal kerja dan kredit investasi kami optimistis dapat tumbuh dalam range 12-14%,” katanya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

LPEI Dorong Generasi Muda Jadi Eksportir Unggul, Lebih Dalami Potensi Eksportasi

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha dalam negeri termasuk generasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *