Home / Berita / Relief Karmawibhangga di Candi Borobudur

Relief Karmawibhangga di Candi Borobudur

Bagian dasar dari relief Candi Borobudur menggambarkan alam pertama dalam tiga lapis tingkat kesadaran spiritual manusia menurut konsep Buddhisme. Konsep pertama ialah Kamadhatu atau “alam hawa nafsu”. Rangkaian relief ini menceritakan kisah Mahakarmawibhangga atau singkatnya Karmawibhangga yang melambangkan manusia yang masih terikat hawa nafsu dan tunduk pada hukum karma. Sebanyak 160 panel relief ini tidak membentuk cerita panjang yang berkelanjutan, melainkan masing-masing panel menggambarkan gambaran lengkap hubungan sebab-akibat.

Penggambaran tindakan kejahatan pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan digambarkan sebagai tidakan tidak bermoral. Akibat langsung maupun tidak langsung dari tindakan jahat ini digambarkan mengakibatkan nasib yang penuh siksaan di kehidupan berikutnya. Penggambaran neraka yang mengerikan menunjukkan siksaan pemotongan tubuh, pembakaran dan dibelenggu dengan rantai yang panas membara. Selain itu terdapat juga gambaran tindakan terpuji seperti berderma, ziarah ke tempat suci, semuanya mendapatkan imbalan pahala yang setimpal. Relief ini juga menggambarkan tindakan yang rukun dan selaras seperti gotong-royong, bekerja bercocok tanam, serta keluarga yang harmonis. Kepedihan siksaan neraka dan kenikmatan surga digambarkan dengan jelas.

Penggambaran samsara (siklus kelahiran yang tak berakhir) juga digambarkan di sini. Pada beberapa panel terdapat goresan tulisan yang dianggap sebagai instruksi untuk pengukir. Beberapa panel belum rampung, hal ini menimbulkan dugaan bahwa penambahan kaki tambahan dilakukan sebelum candi rampung.

Dalam proses pembangunan candi, kaki tersembunyi ini kemudian ditutup dengan kaki tambahan dengan alasan yang hingga kini masih masih menjadi misteri. Kaki tambahan ini dibangun dengan seksama dengan detil yang sangat rapi mungkin atas perimbangan keindahan dan keagamaan. Kini hanya sudut tenggara yang dibiarkan terbuka dan dapat disaksikan oleh pengunjung, bagian lainnya tertutup struktur kaki tambahan sehingga tidak terlihat.

Sumber TWC, editkoranbumn

Check Also

Perlu Lewati Kajian Mendalam, Respon Kemenkeu Saat Asuransi Jiwasraya Ajukan Dana Talangan Rp32,89 T

Kementerian Keuangan menanggapi permohonan dana talangan atau bailout dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero) senilai Rp32,89 triliun. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *