Home / Berita / Sinergi Sucofindo dan ISN Perkuat Pengelolaan Operasional dan Kualitas Impor Tekstil dan Produk Tekstil TPT

Sinergi Sucofindo dan ISN Perkuat Pengelolaan Operasional dan Kualitas Impor Tekstil dan Produk Tekstil TPT

PT Sucofindo (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Industri Sandang Nusantara (ISN) (Persero). Penandatanganan MoU ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2019 bersamaan dengan acara Grand Launching Pusat Logistik Berikat (PLB) Sucofindo di Surabaya. Bentuk kerjasama yang dilakukan Sucofindo dan ISN adalah berupa konsorsium pengelolaan importasi Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), termasuk di dalamnya adalah kegiatan logistik dalam rangka sinergi BUMN Hadir Untuk Negeri.

Hadir dalam acara penandatanganan MoU yang diselenggarakan bersamaan dengan Grand Launching PLB ini Aditya Dhanwantara Asisten Deputi Restukturisasi dan PPKNM BUMN dan Hendrika Nora O. Sinaga Asisten Deputi Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan III. Acara ini dihadiri pula oleh Direktur Utama PT Sucofindo Bachder Djohan Buddin, Direktur Utama PT ISN Agus Hendardi, dan beberapa jajaran Direksi Utama serta Direksi BUMN lain. Hadir pula wakil dari pemerintah provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya.

Dalam kerjasama ini, Sucofindo memiliki peran dalam hal pengelolaan operasional dan pemeriksaan kualitas dan kualitas TPT serta proses kepabeanan. Termasuk di dalamnya adalah customs clearance dan logistik TPT milik ISN. “Sucofindo hadir sebagai pihak yang memberi kepastian bahwa kegiatan impor TPT milik ISN, dengan segala bahan baku industri yang akan masuk ke wilayah Indonesia, telah sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan,” kata Bachder.

Bachder menargetkan pelaksanaan kegiatan kerjasama ini dapat dilaksanakan pada awal triwulan III 2019. “Diharapkan kegiatan kerjasama Sucofindo dan ISN  ini segera segera berjalan setelah seluruh perijinan importasi TPT ISN telah disetujui oleh Kementerian Perdagangan,” tandas Bachder.

Ditemui dalam kesempatan lain, Kepala Strategic Business Unit (SBU) Komoditi dan Solusi Perdagangan PT SUCOFINDO (Persero) Rikrik Supriyadi mengatakan bahwa Sucofindo menaruh harapan besar dalam pelaksanaan kegiatan kerjasama pengelolaan impor TPT bersama dengan ISN. Hal ini dikarenakan saat ini SBU KSP Sucofindo sedang memprogramkan kegiatan untuk menghidupkan kembali jasa lama, diantaranya adalah terkait pemeriksaan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang sempat memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi Sucofindo

“Melalui MoU ini, diharapkan proses importasi TPT dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan timbul kepastian yang dilihat dari sisi jumlah serta kualitas barang dan ISN. Kepastian ini berfungsi sebagai penyangga impor TPT nasional untuk meminimalisir malpraktek importasi TPT yang selama ini masih marak terjadi di Indonesia,” imbuh Rikrik.

Mengenai SUCOFINDO

PT SUCOFINDO (Persero) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956. Sebagai BUMN, Pemerintah Indonesia merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 95 persen.

Bisnis SUCOFINDO bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan membantu pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara. Kemudian SUCOFINDO melakukan diversifikasi jasa di bidang, laboratorium analitis, keteknikan, audit, assessment, konsultansi, pelatihan dan berbagai kegiatan penunjang terkait, diantaranya di bidang pertanian, kehutanan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan  terbarukan, dan teknologi informasi. 

SUCOFINDO memiliki 60 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, dikelola secara terpadu dan didukung oleh para ahli di berbagai bidang. Jaringan laboratorium yang luas menyediakan layanan dekat dengan pelanggan di seluruh Indonesia.

Sumber Sucofindo

Check Also

Menteri Erick Thohir Belum Bersedia Ungkap Nama Calon Dirut BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah menyerahkan nama-nama calon direksi untuk tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *