Home / Berita / SMF Catatkan Pembiayaan Senilai Rp5,33 triliun Per Juni 2019, atau 53,3% dari Target Tahun 2019.

SMF Catatkan Pembiayaan Senilai Rp5,33 triliun Per Juni 2019, atau 53,3% dari Target Tahun 2019.

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan pembiayaan senilai Rp5,33 triliun per Juni 2019 atau 53,3% dari target tahun 2019.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, SMF mencatatkan peningkatan pencapaian kinerja sepanjang semester 1 tahun 2019. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah penyaluran pembiayaan KPR

Selain itu, SMF juga tengah bergiat mengoptimalkan perannya sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, melalui berbagai inisiatif.

“Kalau dilihat trennya dari 2014 dari total aset, liabilitas, dan lainnya trennya meningkat. Tren itu yang mesti dilihat. Jadi, kami harus safe dan sustain,” katanya, Senin (22/7).

SMF membukuan penyaluran pembiayaan naik 23,95% secara tahunan dibandingkan semester I/2018. Dengan demikian, secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari 2006 hingga pada semester I/2019 mencapai Rp52,846 triliun.

Capaian tersebut terdiri dari pembiayaan sebesar Rp42,691 triliun dan sekuritisasi KPR sebesar Rp10,155 triliun. Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 775 ribu debitur KPR yang terdiri dari 76% pembiayaan dan 24% sekuritisasi.

Selain itu, total aset SMF sampai dengan semester pertama 2019 ini adalah sebesar Rp21,01 triliun, naik 25,13% dari posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp16,79 triliun.

Adapun laba bersih pada semester pertama 2019 mencapai Rp241 miliar, naik 9,56% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp220 miliar.

Untuk sekuritisasi, selama tahun 2019 SMF telah bekerjasama dengan tiga bank yang berencana melaksanakan sekuritisasi di semester II 2019 dengan menggunakan skema EBA Surat Partisipasi (EBA-SP), di mana salah satunya merupakan penerbitan EBA SP Syariah pertama di Indonesia.

Efek Berangun Aset- Surat Partisipasi (EBA-SP) tersebut menggunakan underliying KPR dari bank yang dipilih melalui 32 kriteria seleksi. SMF juga secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi dengan membuka penjualan EBA SP retail ke universitas, kementerian dan BUMN.

“Diharapkan sekuritisasi aset ini bisa mempercepat penyaluran dana bagi pembiayaan perumahan, demi mensukseskan program satu juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah,” tandasnya.

SMF merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan, yang mengemban tugas sebagai SMV untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. SMF memiliki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Proyek NINDYA, Pembangunan Airport Learning Center Diresmikan

Gedung Airport Learning Center Angkasa Pura II yang di bangun NINDYA telah diresmikan ditandai dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *