Home / Berita / Sucofindo Siap Bantu Perusahaan Implementasi SNI ISO 2008:2009, jamin Pengelolaan Risiko Keamanan Rantai Pasokan

Sucofindo Siap Bantu Perusahaan Implementasi SNI ISO 2008:2009, jamin Pengelolaan Risiko Keamanan Rantai Pasokan

PT SUCOFINDO (Persero) menyelenggarakan Seminar Nasional SNI ISO 28000:2009 guna menjamin keamanan dan ketahanan bisnis melalui penguatan terhadap keamanan rantai pasokan perusahaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Komersial 1 SUCOFINDO, Heru Riza Chakim. Melalui tema yang diusung Implementasi SNI ISO 28000:2009, Sebagai Upaya Membangun Penjaminan Keamanan dan Ketahanan Bisnis Perusahaan diharapkan perusahaan mampu mencegah potensi kerugian akibat ancaman dan gangguan keamanan pada rantai pasokan.

“Melalui seminar SNI ISO 28000:2009 tentang Sistem Manajemen Keamanan Pada Rantai Pasokan, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perusahaan dalam upaya penjaminan keamanan bisnis perusahaan agar tercipta daya tahan bisnis perusahaan dari berbagai gangguan,” kata Heru dalam sambutannya.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Puri Denpasar ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya (PRSAB), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIGAS), Widi Santuso dengan narasumber Kepala Sub. Direktorat Akreditasi Sistem Manajemen, Badan Standardisasi Nasional, Nurilla Gunawan Wibisono, Safety & Security Manager HSE Division, PT Indonesia Power, Ganjar Prihartanto. Kegiatan seminar nasional ini diikuti sebanyak lebih dari 70 peserta, diantaranya dari SKK MIGAS, PT PINDAD (Persero), PT PLN (Persero), PT Indonesia Power dan perusahaan lainnya dari berbagai macam industri.

Strategi bisnis perusahaan tidak lagi berorientasi pada persaingan antar perusahaan, tetapi juga pada pengelolaan semua risiko keamanan bisnis antar rantai pasokan (supply chain) yang pada dasarnya terdiri dari 3 (tiga) area risiko, yaitu risiko keamanan area supply, area proses dan area demand. “SNI ISO 28000:2009 mencakup pengelolaan risiko keamanan untuk semua rantai pasokan perusahaan dari mulai ‘hulu’ sampai dengan ‘hilir’. Sehingga berbagai manfaat akan didapatkan oleh perusahaan ketika mengimplementasi SNI ISO 28000:2009 ini,” terang Heru.

Sejalan yang disampaikan oleh Heru Riza Chakim, Kepala SBU Sertifikasi & Ecoframework, Triyan Aidilfitri menjelaskan bahwa dengan implementasi SNI ISO 28000:2009 ini perusahaan dapat menetapkan, melaksanakan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen keamanan dan kemampuan untuk mengendalikan serta mengelola ancaman dalam suatu organisasi. “Untuk mendapatkan sertifikasi sistem manajemen keamanan pada rantai pasokan perusahaan harus memiliki pemahaman terlebih dahulu tentang standar SNI ISO 28000:2009, dilanjutkan dengan melakukan identifikasi risiko (risk management) dengan output berupa program kerja, melakukan pemantauan, pengukuran dan tahapan evaluasi serta melakukan action untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen keamanan pada rantai pasokan secara berkelanjutan.”

“Edukasi mengenai Sistem Manajemen Keamanan pada Rantai Pasokan bagi para pelaku industri diperlukan agar perusahaan mampu memperbaiki kinerja pengamanan yang mereka miliki, terutama dalam pengamanan rantai pasokan. Dalam hal ini SUCOFINDO dapat membantu dalam melayani memberikan jasa pelatihan dan sertifikasi SNI ISO 28000:2009,” jelas Triyan.

Triyan menambahkan bahwa SUCOFINDO siap membantu perusahaan dalam implementasi SNI ISO 2008:2009 yang sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), “Perkembangan situasi dan kondisi persaingan dunia usaha yang sangat dinamis menuntut perusahaan untuk dapat secara efektif dan efisien dalam mengelola setiap risiko yang muncul. Melihat hal ini SUCOFINDO sebagai badan audit yang telah terkakreditasi oleh KAN mampu memberikan solusi kepada perusahaan dalam melayani jasa sertifikasi SNI ISO 28000:2009.”

“SUCOFINDO telah menerbitkan lebih dari 40 sertifikat SNI ISO 28000:2009 untuk perusahaan dari berbagai industri dan kedepannya termasuk perusahaan yang mengelola objek vital nasional ,” tutup Triyan.
Selain melayani Sertifikasi SNI ISO 28000:2009 Sistem Manajemen Keamanan pada Rantai Pasokan, SUCOFINDO juga melayani beragam jasa sertifikasi lainnya. Seperti ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 22000:2018, Sistem Manajemen Keamanan Pangan, ISO 27001:2013, Sistem Manajemen Keamanan Informasi, ISO 37001:2016, Sistem Manajamen Anti Penyuapan, ISO 45001:2017, Sistem Manajemen KeseIamatan dan Kesehatan Kerja, ISO 50001:2018 Sistem Manajemen Energi, dan SUCOFINDO telah menerbitkan lebih dari 800 sertifikat SNI Produk untuk berbagai kategori. Mulai dari kategori produk Peralatan Keamanan (sepatu pengamanan), Peralatan Pengukuran (meter air), produk Elektronik dan Peralatan listrik, Pertanian (pupuk), Bahan Makan hingga sertifikat SNI produk terbaru diantaranya dalam produk mesin cuci, kipas angin, refrigator, dan air conditioner (AC).

Tentang SUCOFINDO

PT SUCOFINDO (Persero) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956. Sebagai BUMN, Pemerintah Indonesia merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 95 persen.

Bisnis SUCOFINDO bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan membantu pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara. Kemudian SUCOFINDO melakukan diversifikasi jasa di bidang, laboratorium analitis, keteknikan, audit, assessment, konsultansi, pelatihan dan berbagai kegiatan penunjang terkait, diantaranya di bidang pertanian, kehutanan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan terbarukan, dan teknologi informasi.

SUCOFINDO memiliki 60 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, dikelola secara terpadu dan didukung oleh para ahli di berbagai bidang. Jaringan laboratorium yang luas menyediakan layanan dekat dengan pelanggan di seluruh Indonesia.

sumber Sucofindo, edit koranbumn

Check Also

PP Presisi Perkirakan Hanya Bisa Belanjakan Modal Sebesar 70 Persen dari yang Dianggarkan

PT PP Presisi Tbk. konservatif dalam menggunakan dana belanja modal atau capital expenditure. Dari dana yang disiapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *