Home / Berita / Telekomunikasi Indonesia Rencanakan Bangun Satu Data Center Besar di Indonesia

Telekomunikasi Indonesia Rencanakan Bangun Satu Data Center Besar di Indonesia

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)  berencana membangun satu data center besar di Indonesia yang akan difungsikan sebagai Main Hub atau induk dari semua data center NeuCentrIX, fasilitas pusat data Netral Cloud and Internet Exchange TLKM.

“Dengan ini, keseluruhan data center, baik domestik maupun global akan terhubung secara seamless. Harapannya, ini dapat menjadi tempat berkumpulnya para pelaku bisnis digital, internet service provider, pelanggan-pelanggan enterprise dan lainnya sehingga mendukung terwujudnya Telkom sebagai hub atau pusat ekosistem digital,” jelas Vice President Corporate Communication TLKM, Arif Prabowo

Sebagai informasi, pusat data atau data center adalah fasilitas untuk menempatkan sistem komputer, cadangan informasi, server website atau database, dan komponen terkait.

Di Indonesia, pemain terbesar saat ini adalah Telkomsigma, anak perusahaan TLKM yang memiliki 100 klien komputasi awan dari UMKM dan korporasi besar. Komputasi awan sendiri merupakan layanan teknologi penyimpanan informasi melalui jaringan berbasis internet yang bisa diakses nirkabel melalui perangkat elektronik.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan pembangunan data center TLKM tersebut akan menelan rencana capex 2019 sebesar 25%-27% dari pendapatan. TLKM sendiri pada Mei 2019 menyatakan, menargetkan capex 2019 di atas angka Rp 33 triliun.

Perseroan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1995 ini, telah memiliki 22 data center yang terdiri dari 5 data center di luar negeri dan 17 data center di dalam negeri.

Data center luar negeri dimiliki entitas anak usaha TLKM, yakni Telin, yang berdiri di 3 lokasi di Singapura (Telin-1, Telin-2 dan Telin-3), 1 lokasi di Timor Leste dan 1 lokasi di Hong Kong.

“Semua data center tersebut diberi nama komersial NeuCentrIX. Nah ini merupakan data center netral bagi operator telekomunikasi dan service provider domestik maupun global,” lanjut Arif. Hingga akhir tahun 2018, total kapasitas luas data center TLKM adalah seluas 30.000 m2.

Pihaknya melihat bisnis data center akan terus meningkat karena kontribusi data center dan digital platform sebagai bagian dari bisnis digital enabler pada pendapatan perusahaan di tahun 2018 tumbuh sangat signifikan sebesar 112,6%.

“Ini juga menjadi langkah positif untuk mewujudkan TLKM sebagai hub atau pusat ekosistem digital dan bisnis data center,” imbuhnya.

Untuk meraih target tersebut, TLKM fokus membidik segmen wholesale dan international, yang mencangkup digital players, internet service provider, network provider, serta operator domestik dan global. “Tak lupa juga segmen enterprises,” pungkas Arif.

Berdasarkan infobanknews.com, saat ini Indonesia menjadi tempat pengembangan bisnis pusat data dan teknologi komputasi awan karena tingkat pengembalian modal investasi (ROIC) tertinggi di Asia Pasifik atau mencapai 11,6%.

Bahkan pada 2025, ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mendominasi pasar Asia Tenggara dengan nilai US$ 100 miliar atau naik dari sebelumnya US$ 27 miliar pada tahun 2018

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan Karya Anak Bangsa Arvilla Delitriana, Lulusan ITB

Salah satu pencapaian dalam pembangunan LRT Jabodebek adalah saat melaksanakan proses pembuatan jembatan lengkung bentang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *