Home / Berita / Terminal Baranangsiang Bogor Jadi Stasiun Akhir LRT Jabodebek

Terminal Baranangsiang Bogor Jadi Stasiun Akhir LRT Jabodebek

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sepakat membangun stasiun akhir light rail transit ( LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) di Terminal Baranangsiang, Bogor.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, dengan dibangunnya stasiun LRT di sana, diharapkan dapat berbarengan dengan revitalisasi Terminal Baranangsiang. Pemerintah pusat, sambung Bambang, sengaja membangun stasiun akhir LRT Jabodebek di kawasan Baranangsiang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses transportasi umum. “Nanti masih ada terminal. Nanti kita juga akan bicarakan dengan pengembang yang lain untuk mensinergikan rencana pembangunan LRT,” ucap  Bambang, di Bogor, Senin (15/7/2019).

Bambang menjelaskan, BPTJ dan Pemkot Bogor juga akan memikirkan transportasi lanjutan LRT di dalam Kota Bogor. Menurutnya, sistem  jaringan LRT perlu disinergikan sehingga Kota Bogor menjadi lebih nyaman.

Pembangunan lanjutan jalur LRT ke Bogor diharapkan dapat selesai pada tahun 2021. Pembangunan tersebut, kata dia, harus dilakukan lantaran pergerakan manusia di kawasan Jabodetabek sudah memasuki angka 100 juta.

Sementara angkutan massal lain yakni kereta commuter line (KRL) hanya mampu mengangkut 1,2 juta penumpang. “Kota Bogor ini kan domisili Bapak Presiden. Kita harus berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Bogor.

Masa presidennya tinggal di sini, angkutan massalnya tidak dilayani dengan baik,” tuturnya. “Karena itu, disamping LRT, kita juga bicara transportasi lanjutannya. Ditata dari sekarang, jangan sampai nanti turun dari LRT, bingung nanti mau kemana, nanti berantakan lagi,” sebut dia.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, dipilihnya Terminal Baranangsiang sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 49 tahun 2017 yang menentukan kawasan itu menjadi lokasi strategis untuk stasiun terakhir LRT Jabodebek.

Dedie menjelaskan, selain Baranangsiang, pemerintah pusat juga berencana membangun depo dan Transit Oriented Development (TOD) di Selawi dan Kampung Sawah.

“Jadi membagi beban juga. Jadi transit dulu, nantinya ada park and ride sebelum stasiun akhirnya di Terminal Baranangsiang,” ungkapnya. Dedie menambahkan, dengan masuknya LRT ke Kota Bogor, pemerintah daerah akan mengupayakan untuk membuat trem away melintasi Kebun Raya Bogor.

“Trem ini hibah dari Pemerintah Belanda. Jadi ini harus nyambung LRT kemana, trem kemana. Nah, ini harus segara direncanakan. Kalau memang secara teknis lancar, mungkin sudah dikirim tahun depan dari Belanda,” ujarnya.

Sumber Kompas,KAI

Check Also

Menteri Erick Thohir Belum Bersedia Ungkap Nama Calon Dirut BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah menyerahkan nama-nama calon direksi untuk tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *