Home / Anak Perusahaan / Waskita Beton Precast Catatkan Laba Sebesar Rp 1,10 triliun di Sepanjang tahun 2018

Waskita Beton Precast Catatkan Laba Sebesar Rp 1,10 triliun di Sepanjang tahun 2018

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan laba bersih tahun berjalan di sepanjang 2018 sebesar Rp 1,10 triliun. Adapun pencapaian tersebut berhasil tumbuh 10,31% year on year (yoy) bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 1 triliun.

Laba bersih tersebut disumbang salah satunya dari kenaikan pendapatan bersih WSBP sebesar 12,61% yoy menjadi Rp 8 triliun, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,10 triliun. Dari sisi liabilitas, WSBP mengalami penurunan sebesar 3,46% yoy menjadi Rp 7,34 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,60 triliun.

Kendati demikian, liabilitas WSBP mayoritas masih diisi oleh utang jangka pendek yang mencapai Rp 7,32 triliun. Sedangkan sisanya untuk utang jangka panjang hanya sebesar Rp 12,81 miliar.

Lebih lanjut berkat tumbuhnya laba tersebut, ekuitas perusahaan turut terangkat. Tercatat ekuitas WSBP tumbuh 7,73% yoy menjadi Rp 7,88 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,31 triliun. Selain itu, aset WSBP juga tercatat naik tipis 2,03% yoy menjadi Rp 15,22 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 14,91 triliun.

Jika dirinci, di tahun 2018 sumber pendapatan WSBP terbagi tiga antara lain dari produk precast, readymix dan jasa konstruksi. Produk precast menyumbang Rp 2,33 triliun, readymix Rp 4,45 triliun dan jasa kontruksi Rp 1,21 triliun.

Untuk segmen konsumen terbagi dua yakni dari pihak berelasi dan pihak ketiga. Mayoritas konsumen masih dari pihak berelasi yakni sebesar Rp 7,38 triliun. Sisanya sebesar Rp 613,4 miliar dari pihak ketiga.

Tahun lalu, kapasitas produksi anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut mencapai 3,5 juta ton, meningkat 7,7% dibandingkan 2017 yang sebanyak 3,25 juta ton. Kapasitas tahun lalu juga telah meningkat 32% dibandingkan 2016 yang sebanyak 2,65 juta ton.

Saat ini, WSBP memiliki 11 plant yang tersebar di sejumlah daerah, yaitu Cibitung, Palembang, Karawang, Subang, Sadang, Sidoarjo, Kalijati, Bojonegara, Klaten, Gasing, dan Legundi. Perseroan juga memiliki 72 batching plant.

Tahun lalu, nilai kontrak baru WSBP mencapai Rp 6,66 triliun. Adapun total kontrak yang dikelola (order book) senilai Rp 17,34 triliun, termasuk kontrak bawaan (carry over) tahun 2017 sebesar Rp 10,68 triliun.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

CEO TALK Barata Indonesia : Membangun Millenial Menuju SDM Unggul

PT Barata Indonesia (Persero) mengadakan kegiatan CEO Talk Tahap II 2019, Gresik (11 /10). Mengangkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *