Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nawal Nely mengatakan, pihaknya telah melakukan analisa dari pergerakan penjualan BUMN sepanjang kuartal II-2020.
Untuk menganalisa hal ini, Nely mengelompokkan BUMN menjadi 12 klaster. Seluruh klaster tersebut adalah energi, Pariwisata termasuk hotel dan sarana transportasi udara, infrastruktur, mineral dan batubara (Minerba), logistik, keuangan, perkebunan, pertahanan, asuransi, kesehatan, telkomedia, serta pupuk dan pangan.
“Satu-satunya sektor di BUMN yang mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan antara kuartal II-2019 (year-on-year) hanya pupuk dan pangan,” ujar Nely di dalam diskusi virtual, Rabu (29/7).
Apabila dibandingkan dengan kuartal II-2019, klaster pupuk dan pangan masih mencatat pertumbuhan positif 10%. Sementara itu, klaster telkomedia mencatat pertumbuhan 0%, klaster energi -25%, pariwisata -75%, infrastruktur -31%, mineral dan batubara (Minerba) -36%, logistik -40%, keuangan -7%, perkebunan -15%, pertahanan -17%, asuransi -12%, kesehatan -14%.
Menurut Nely, pertumbuhan kinerja klaster Pupuk dan Pangan konsisten dengan pergerakan demand yang lebih terfokus pada demand dasar daripada demand tersier.
“Sektor energi dan pariwisata, kedua sektor ini mengalami penurunan yang terbesar. Sebenarnya sektor energi penurunannya hanya 25%, cuma karena sektornya besar jadi dampak terhadap penurunan pendapatan juga terasa besar,” kata Nely.
Meski demikian klaster yang benar-benar merasakan dampak pandemi ini adalah klaster pariwisata dan klaster logistik. Penjualan keduanya secara tahunan, masing-masing mengalami penurunan 75% dan 40%.
Sumber Kontan, edit koranbumn














