• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 5 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pelaku Industri Fintech Berharap Bank Syariah Indonesia Percepat Inklusi Keuangan Syariah

by redaksi
11 Januari 2021
in Berita
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Para penyelenggara teknologi finansial (tekfin/fintech)berbasis syariah berharap besar infrastruktur PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) cepat tune-in dengan industri.

Sekadar informasi, bank syariah yang merupakan entitas merger dari PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah, bakal efektif beroperasi per 1 Februari 2020.

RelatedPosts

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Lanjutkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

Fitch Ratings Merevisi Prospek kredit Indonesia menjadi Negatif Sebelumnya Stabil

Ketua Klaster Fintech Pendanaan Syariah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Lutfi Adhiansyah mengungkap harapan dari para pemain industri fintech peer-to-peer lending (P2P Lending) syariah.

Menurutnya, fintech lending menanti infrastruktur BRIS yang mampu mendukung para pemain untuk naik kelas, terutama dalam membuat rekening dana lender (RDL) untuk para pendana (lender).

“Para pemain fintech syariah sekarang memakai virtual account dari bank syariah yang ada. Tapi kalau bicara RDL, baru bank konvensional yang punya kemampuan. Tentunya kami menantikan peran infrastruktur teknologi dari calon bank syariah BUKU III, yang bahkan sebentar lagi IV ini. Tapi bukan berarti selama belum ada, kami jadi terhambat,” ujarnya .

Lutfi menjelaskan bahwa teknologi dari perbankan syariah jelas penting bagi pertumbuhan bisnis fintech PRP Lending.Pasalnya, industri ini hanyalah platform penyalur dana dari lender ke peminjam dana (borrower).

Oleh sebab itu, bagi sebuah fintech syariah yang berniat naik kelas atau ingin mengembangkan jenis dan jangkauan produk secara lebih luas.

“Jadi secara kualitas grade, fintech yang bagus dan mau punya banyak produk, itu pasti mengincar RDL karena ada safety yang lebih tinggi buat para lender. Ini lebih menumbuhkan kepercayaan kan? Karena prinsipnya seperti rekening efek, para lender dibikinkan akun yang milik mereka sendiri,” tambahnya.

Selain itu, harapannya dengan adanya bank syariah besar yang mampu ikut mendukung para pemain fintech syariah, ekosistem inklusi keuangan syariah bisa ikut berakselerasi lebih cepat.

Hal senada diungkap salah satu pemain fintech urun dana atau equity crowdfunding (ECF) PT Santara Daya Inspiratama (Santara) yang sedang mengincar pengembangan produk penerbitan sukuk dari usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Hal ini telah diakomodasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat POJK 57/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi.

Seperti diketahui, sedikit berbeda dengan P2P lending, pendana di fintech ECF bukan hanya meminjamkan dana semata, tetapi juga menerima jaminan berupa efek dari para UMKM/startup yang berperan selaku penerbit.

Oleh sebab itu, Chief Business Officer Santara Krishna T. Wijaya mengungkap dalam hal produk penerbitan efek berbasis syariah seperti sukuk di platform ECF, infrastruktur BRIS jelas menjadi penyangga utama yang dinantikan para platform.

“Bank syariah baru kita ini kan belum punya instrumen pendukung berupa jasa kustodian. Jadi, kami menantikan sekali kesiapan infrastruktur teknologi BRIS, karena ini memang salah satu tantangan kita yang mau bermain di pengembangan layanan teknologi keuangan berbasis syariah,” ungkapnya dikutip Bisnis.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Citilink Imbau Calon Penumpang Perhatikan Ketentuan Dokumen Perjalanan Sesuai Daerah yang Dituju

Next Post

Dukung Kelancaran Pembangunan DPSP The Mandalika, ITDC Lanjutkan Proses Pembebasan Lahan Enclave

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

5 Maret 2026
Mitratel Bukukan Kenaikan Pendapatan 12,9 Persen Hingga Juli 2020
Anak Perusahaan

Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Lanjutkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

5 Maret 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Fitch Ratings Merevisi Prospek kredit Indonesia menjadi Negatif Sebelumnya Stabil

5 Maret 2026
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung
Berita

Tantangan ANTAM Memastikan Emas dari Penambang Rakyat Memenuhi Standar LBMA

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Indonesia: Konsolidasi Galangan Kapal Libatkan Industri Pendukung Maritim Dalam Negeri

4 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

BYOND by BSI Luncurkan Fitur Baru, Perkuat Layanan Lewat Ekosistem E-Commerce

4 Maret 2026
Next Post
ITDC Sedang Memproduksi Film “Akad”

Dukung Kelancaran Pembangunan DPSP The Mandalika, ITDC Lanjutkan Proses Pembebasan Lahan Enclave

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Buka Mudik Gratis dan Arus Balik 2026, Lebih dari 15 Kota. Catat Tanggal Pendaftarannya

2 hari ago
Agresif! BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

Agresif! BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

7 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Saham BUMN di bawah Naungan Danantara Dinilai Memiliki Daya Tarik Investasi Jangka Panjang

4 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Ungkap Sumber Dana Garuda Indonesia Membeli 50 unit pesawat Boeing

4 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

by redaksi
5 Maret 2026
0

Antusiasme dan minat masyarakat terhadap program Mudik Bareng Pertamina 2026 cukup tinggi. Masyarakat berburu tiket mudik secara online melalui laman...

Read more
Mitratel Bukukan Kenaikan Pendapatan 12,9 Persen Hingga Juli 2020

Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Lanjutkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

5 Maret 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Fitch Ratings Merevisi Prospek kredit Indonesia menjadi Negatif Sebelumnya Stabil

5 Maret 2026
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung

Tantangan ANTAM Memastikan Emas dari Penambang Rakyat Memenuhi Standar LBMA

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Indonesia: Konsolidasi Galangan Kapal Libatkan Industri Pendukung Maritim Dalam Negeri

4 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In