Tepatnya di Desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang terdapat kawasan hutan mangrove yang berfungsi sebagai pelindung pantai dari pengaruh gelombang laut, namun lambat laun hutan mangrove di Mangunharjo ini fungsinya semakin menurut akibat adanya pembabatan oleh warga sekitar untuk dijadikan tambak udang dan bandeng.
Hal ini kemudian mengundang perhatian kelompok Kali Santren beserta Indonesia Power Semarang PGU untuk melakukan rehabilitasi mangrove guna memulihkan lahan mangrove yang telah rusak. Pada tahun 2019 konservasi mangrovepun dilakukan, tidak hanya melakukan penanaman kembali, kelompok Kali Santren dan Indonesia Power bekerjasama dengan Universitas Diponegoro Semarang juga melakukan pengkayaan jenis mangrove dengan menanam mangrove jenis Rhizopora dan Avvicenia.
Tidak sampai disitu, Indonesia Power juga melakukan pemberdayaan masyarakat dari hulu ke hilir, tidak hanya memulihkan hutan mangrove yang rusak namun juga memanfaatkan hasil mangrove menjadi beberapa produk diantaranya adalah sebagai pewarna batik alami, kopi mangrove, dan eggroll mangrove.














