Banyak hal positif telah disumbangkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN terhadap pengembangan ekonomi Indonesia yang memasuki umur 71 tahun, khususnya dalam sektor properti. Misalnya dalam Program Sejuta Rumah, Bank BTN turut andil dalam meningkatkan ketersediaan rumah, memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, bersinergi dengan stakeholder perumahan, serta menyediakan jenis-jenis KPR yang inovatif, salah satunya adalah portal www.btnproperti.co.id yang mempermudah masyarakat untuk mengajukan KPR.
Program Sejuta Rumah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 dalam rangka mendorong percepatan dan peningkatan kolaborasi antar-stakeholders perumahan untuk menyediakan rumah yang layak huni bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Untuk membantu menciptakan permintaan di era pandemi sekaligus membantu pemulihan ekonomi Indonesia, Bank BTN juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses KPR dan bertransaksi keuangan secara digital. Layanan pun diperluas hingga menyasar pekerja informal, seperti tukang ojek, tukang cukur, dan jurumudi taksi melalui KPR berbasis komunitas.
Kemudian, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75 pada tahun lalu, Bank BTN juga menawarkan program KPR BTN Patriot khusus untuk anggota TNI.
Selain itu, Bank BTN juga mengakselerasi program KPR From Home untuk membantu masyarakat Indonesia di tengah pandemi yang terkena aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar. KPR From Home sebagai aktivitas layanan perbankan khususnya KPR tersebut menggandeng 42 pengembang properti nasional dengan ratusan proyek perumahan maupun apartemen.
Melalui KPR From Home, konsumen dapat mengajukan berkas aplikasi Kredit Kepemilikan Rumah maupun Apartemen (KPR/KPA) secara online melalui portal BTN Properti (www.btnproperti.co.id) atau Mobile Apps BTN Properti. Melalui portal tersebut, konsumen bisa mengajukan KPR secara online hanya dalam waktu 10 menit.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Bank BTN sukses menjadi penggerak utama Program Sejuta Rumah yang terus meningkat tiap tahunnya.
Adapun, pada tahun 2015, Bank BTN berhasil memberikan dukungan pembiayaan perumahan sebanyak 474.099 unit, kemudian di tahun 2016 menjadi 595.540 unit, tahun 2017 menjadi 666.806 unit, tahun 2018 menjadi 755.093 unit, dan di tahun 2019 menjadi 735.749 unit.
Bank yang didirikan pada tahun 1950 ini juga memiliki divisi riset dan pengembangan khusus sektor properti bernama Housing Finance Center atau HFC untuk mencetak pengembang berkualitas. HFC memiliki visi menjadi pengelola pusat pembelajaran perbankan dan pembiayaan perumahan yang profesional dan terkemuka di Indonesia. Dalam merealisasikan visi tersebut, HFC dibekali dengan tiga fungsi utama, yaitu, Learning, Research, dan Advisory.
Tidak hanya menyediakan riset terkait harga properti dan pengembangan sektor pembiayaan perumahan, HFC juga mengadakan short course, seminar, atau program pendidikan di bidang properti yang bekerja sama dengan institusi pendidikan tinggi, seperti ITB, UGM, IPB, UNDIP, Unsoed, UNS, UIN, UMM, dan hampir semua PTN di seluruh Indonesia.
Selama periode 2015-2019, HFC telah menyelenggarakan beberapa pendidikan short course, literasi properti, dan workshop yang telah menghasilkan sekitar 1.000 developer baru.
HFC juga menganalisis perkembangan bisnis properti di Indonesia dan secara berkala dijadikan sebagai acuan dalam bisnis properti bagi para pelaku bisnis pada bidang tersebut.
Sumber Kontan, edit koranbumn













