Dalam rangka memperkuat kemitraan dengan Petani Tebu di lingkungan PT PG Rajawali II (RNI Group), Direksi PT Rajawali Nusantara RNI menggelar pertemuan dengan perwakilan Mitra Petani Tebu Desa Penyangga PG Jatitujuh, Subang, dan Cirebon, Jumat, 26 Maret 2021, di Jatitujuh, Majalengka. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Komersial RNI Frans M. Tambunan, Direktur Supply Chain Management & IT RNI Thomas Hadinata, Direktur Utama PT PG Rajawali II Ardian Wijanarko, Direktur Produksi PT PG Rajawali II Muzamzam, VP Production & Process RNI Naniek Soelistyowati dan Manager terkait, serta perwakilan Mitra Petani Tebu.
Dalam kesempatan tersebut Frans mengatakan, kemitraan dengan petani tebu merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan pabrik gula bankan bagi produktivitas gula Tanah Air. Untuk itu, hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara pabrik gula dengan petani tebu harus tetap dijaga.
“Melalui forum ini kami berharap mendengar dan mendapat banyak masukan terkait pengelolaan kemitraan yang telah dijalankan, sehingga hubungan kerja sama yang telah dibangun antar petani dan PG dapat berjalan semakin baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Thomas menyampaikan terima kasih atas kehadiran para petani tebu dalam kegiatan dialog dan ramah-tamah yang digelar manajemen. Menurutnya peran petani tebu sangat penting bagi ketersediaan gula di masyarakat, sehingga semangat menanam tebu perlu terus diperkuat agar lahan dan komoditas tebu untuk diolah PG semakin meningkat.
“Para petani tebu merupakan pahlawan, karena tanpa mereka tidak akan tersedia gula bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu H. Dono, Mitra Petani Tebu mengatakan, kemitraan petani dengan PG merupakan hal yang harus terus dirawat karena memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Pihaknya berharap agar RNI dapat terus mempertahankan keberlangsungan operasional pabrik gula di wilayah Jawa Barat.
















