• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 14 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Hutama Karya Bidik INA Jadi Salah Satu Alternatif Solusi Pembiayaan Tol

by redaksi
4 April 2021
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Hutama Karya (persero) bersiap menampung aliran pembiayaan dari Indonesia Investment Authority (INA), lembaga pengelola investasi yang diinisiasi pemerintah. Sumber dana baru ini diharapkan dapat menutup kebutuhan pembangunan jalan tol Trans Sumatra (JTTS) yang ditugaskan pemerintah kepada Hutama Karya

Direktur HC & Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan menyebutkan, korporasi secara prinsip menyambut baik keberadaan LPI yang memiliki kapasitas keuangan yang besar. LPI, ujarnya, menjadi salah satu alternatif solusi pembiayaan dalam menyelesaikan penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

RelatedPosts

PLN EPI Menargetkan Ekspor Biomassa hingga 1 juta ton pada 2026

Tak Bakal Ganggu Kinerja Jasa Marga Terkait Program Pemberian Diskon Tarif Tol 30% Periode Lebaran 2026

Jelang Dioperasikan Secara Fungsional, Hutama Karya dan Gubernur Sumatra Selatan Cek Kesiapan Tol Palembang-Betung

“Selain itu, diharapkan dengan kehadiran LPI akan meningkatkan kualitas infrastruktur di Indonesia khususnya di Pulau Sumatra,” kata Fauzan

Seperti diketahui, pembangunan JTTS masih cukup panjang. Catatan Hutama Karya per Oktober 2020, jalan tol trans Sumatra yang sudah terbangun mencapai 629 kilometer (km). Sementara panjang keseluruhan JTTS yang direncanakan rampung sepenuhnya pada 2024 adalah 2.770 km. Saat ini, ruas tol yang sudah beroperasi penuh adalah Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, Palembang-Indralaya, Medan-Binjai seksi 2 dan 3, Pekanbaru-Dumai, serta Sigli-Banda Aceh seksi 4.

“Hutama Karya telah mengoperasikan 2 ruas tol di Jakarta dan 7 ruas tol di Pulau Sumatera dengan tingkat IRR yang positif serta lalu lintas harian yang baik sehingga menjadikan aset konsesi tol tersebut cukup menarik untuk ditawarkan kepada LPI,” kata Fauzan.

Seperti diketahui, INA yang mulai beroperasi pada Februari 2021 ini memang menyasar sejumlah proyek jalan tol untuk digarap bersama investor asing potensial.

Direktur Utama INA Ridha Wirakusumah sempat menyampaikan bahwa tujuan awal lahirnya lembaga pengelola investasi di Indonesia memang untuk mempercepat pembangunan. Salah satunya yang paling menonjol adalah infrastruktur, terutama proyek jalan tol.

“Yang dilihat pertama adalah sektor infrastruktur. Itu banyak sekali, walau saya tidak bisa ungkapkan dulu yang mana. Di pipeline kami sih banyak sekali. Yang tol yang akan kita jalankan dulu, nanti sisanya, apakah airport kah, pelabuhan, atau infrastruktur lain,” kata Ridha dalam keterangan pers di kantor presiden, Februari lalu.

Fokus INA untuk menggandeng lebih banyak investor dalam membiayai jalan tol bukan tanpa alasan. Ridha mengungkapkan, jalan tol punya memiliki efek ikutan (multiplier effect) yang besar, dari saat pembangunan sampai mulai beroperasi.

Selain itu, proyek jalan tol juga menyedot pembiayaan yang sangat tinggi. Dua alasan itulah, menurut Ridha, menjadikan proyek jalan tol sebagai fokus utama INA di periode awal berjalan.

“Kita harus melihat dan kerja sama dengan pemilik tol. Kami ingin dengan bekerja sama dengan BUMN ini kalau ada investor masuk, investor itu kan menyertakan modal. Kita sama-sama sebagai pemilik, membetulkan tol ini bisa dioptimasikan bagaimana. Sehingga kemajuannya betul-betul terlihat nyata,” kata Ridha.

Ridha pun menambahkan bahwa tugas INA-SWF tidak sekadar mencari uang untuk proyek-proyek pembangunan jalan tol. Lebih dari itu, ujarnya, INA punya posisi yang sama dengan investor untuk memperbaiki kinerja jalan tol sehingga memberikan return yang optimal dan menyejahterakan masyarakat.

“Dengan adanya uang dari luar, investasi pengembangan tol jadi lebih cepat, lebih bagus, dan optimal. Dan nilai tambahnya lebih cepat untuk masyarakat Indonesia,” katanya.

Per Februari 2021, tercatat sudah ada proyek senilai 9,5 miliar dolar AS yang siap ditawarkan ke investor. Hanya saja, INA belum bisa membeberkan lebih rinci proyek apa saja yang segera ditawarkan kepada investor.

Angka tersebut sempat disinggung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada awal bulan ini. Ia menyebut, beberapa negara memang sudah menunjukkan ketertarikan untuk mengalirkan modalnya kepada INA. Misalnya, DFC dari Amerika yang sudah menyampaikan letter of interest hingga 2 miliar AS. Kemudian, JBIC dari Jepang juga menyatakan ketertarikan investasinya sampai 4 miliar dolar AS.

Sementara untuk thematic fund atau pendanaan tematik, beberapa negara juga telah menyampaikan ketertarikannya. Seperti Kanada dengan letter of interest sebesar 2 miliar dolar AS dan APG dari Belanda dengan komitmen investasi yang berpotensi menyentuh 1,5 miliar dolar AS.

Selain itu, INA juga sudah mendapat suntikan penyertaan modal negara tunai sebesar Rp 15 triliun melalui APBN 2020 untuk modal awal. Angka itu masih akan ditambah lagi dengan PMN sebesar Rp 15 triliun melalui APBN 2021 dan Rp 45 triliun dalam bentuk inbreng saham milik negara yang dipisahkan. Total, modal awal sebesar Rp 75 triliun segera dimiliki INA.

Sumber Republika, edit koranbumn

Previous Post

PTPN IV Menanam Mangrove, Bantu Perekonomian Masyarakat Pesisir Pantai

Next Post

Tahun 2021, Program Agro Solution Ditargetkan Capai 50 Ribu Hektare

Related Posts

Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN EPI Menargetkan Ekspor Biomassa hingga 1 juta ton pada 2026

14 Maret 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Tak Bakal Ganggu Kinerja Jasa Marga Terkait Program Pemberian Diskon Tarif Tol 30% Periode Lebaran 2026

14 Maret 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Jelang Dioperasikan Secara Fungsional, Hutama Karya dan Gubernur Sumatra Selatan Cek Kesiapan Tol Palembang-Betung

13 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional

13 Maret 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota, Salurkan 80 Ribu Paket Pangan dan Santunan

13 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Anak Perusahaan

Kontribusi Signifikan dari Anak Usaha BRI pada Laba Rp57,13 triliun pada 2025

13 Maret 2026
Next Post
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia

Tahun 2021, Program Agro Solution Ditargetkan Capai 50 Ribu Hektare

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pusri Kembali Laksanakan PMMB Batch I Tahun 2020

Berkah Ramadhan, PUSRI Bagikan 28.000 Paket Bahan Pangan Gratis untuk Warga Lingkungan

4 hari ago
Berita Singkat BUMN : Surveyor Indonesia, LEN, Jasa Tirta I, PPI, PFN, Nindya Karya, Bank Mandiri, PUSRI, Injourney Airports, Jasa Tirta II, ASDP, BBI

InJourney Airports Pastikan Seluruh Bandara API Siap Layani Penerbangan Internasional

2 hari ago
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Pelni Memproyeksikan 641.025 penumpang akan Menggunakan Layanan Kapal Laut pada Periode Lebaran 2026

6 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

SMI Membuka Peluang Bekerja Sama dengan Danantara Dalam Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

4 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN EPI Menargetkan Ekspor Biomassa hingga 1 juta ton pada 2026

by redaksi
14 Maret 2026
0

 PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) mulai membidik pasar ekspor biomassa seiring besarnya potensi bahan baku bioenergi di dalam negeri. Anak usaha PT PLN...

Read more
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Tak Bakal Ganggu Kinerja Jasa Marga Terkait Program Pemberian Diskon Tarif Tol 30% Periode Lebaran 2026

14 Maret 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Jelang Dioperasikan Secara Fungsional, Hutama Karya dan Gubernur Sumatra Selatan Cek Kesiapan Tol Palembang-Betung

13 Maret 2026
Pusri Kembali Laksanakan PMMB Batch I Tahun 2020

Sampel Produk Jasmine Aren Tembus Hongkong, PUSRI Dukung UMK Sumsel Go Global

13 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional

13 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In