Jalan Tol Cibitung-Cilincing mulanya dimenangkan oleh MTD CPT Expressway dari Malaysia. Akan tetapi akibat persoalan lahan, proyek itu jalan di tempat. Pada 2017, Waskita Karya melalui anak usahanya PT. Waskita Toll Road (WTR) mengakuisisi 55 persen saham proyek bergandengan dengan anak usaha Pelindo II, PT. Akses Pelabuhan Indonesia dengan kepemilikan 45 persen.
Adapun, ruas yang akan beroperasi dalam waktu dekat adalah seksi 1 SS Cibitung-Telaga Asih. Pengerjaan pada ruas ini telah memasuki fase pemasangan rambu dan marka jalan.
Ruas Cibitung-Telaga Asih itu memiliki panjang 2,6 kilometer. Kementerian Pekerjaan Umum juga telah melakukan proses uji laik fungsi pada medio April 2021 lalu. Adapun, Seksi 2 yakni Telaga Asih-Muara Bakti sepanjang 10,3 kilometer dijadwalkan rampung pada Mei 2021.
Thorry mengatakan pengoperasian Jalan TOl Cibitung-Cilincing akan memotong waktu tempuh Cibitung-Tanjung Priok dari 60 menit menjadi sektiar 30 menit. Dengan demikian, katanya, biaya logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok akan berkurang.
Di samping itu, Thorry meramalkan angka lalu lintas harian rata-rata (LHR) ruas tersebut akan mencapai sekitar 29.000 kendaraan. Sedangkan dalam 12 bulan pertama pengoperasian, operator menargetkan LHR 60 persen dari target.
Sebelumnya, Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan dari tiga konstruksi ruas Jalan Tol JORR II, ruas Cimanggis-Cibitung seksi II dan Cibitung-Cilincing seksi 1 dapat dioperasikan secara fungsional pada Lebaran 2021. Sementara itu, ruas Cinere-Jagorawi masih tertahan pembebasan lahan.
“Kami masih menunggu kesiapan tanahnya. Kalau tanahnya siap, kemungkinan [konstruksi JORR II rampung pada] kuartal pertama 2022. [Lahan yang belum siap dalam konstruksi] Cinere-Jagorawi sepanjang 800 meter,” katanya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn