PT PLN (Persero) membutuhkan kapasitas baterai sistem penyimpanan energi atau energy storage system sebesar 1,8 gigawatt hour (GWh) dalam konversi pembangkit listrik tenaga diesel.
Direktur Megaproyek dan Energi Baru Terbarukan PLN M. Ikhsan Asaad mengatakan dalam program konversi PLTD milik PLN, pembangkit listrik tenaga surya menjadi sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang akan dipilih.
Namun, PLTS merupakan jenis EBT yang bersifat intermitten, sehingga diperlukan sistem penyimpanan energi agar listrik yang telah diserap dari matahari pada siang hari bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Pilihan teknologi yang akan digunakan adalah PLTS dan baterai, serta potensi awal diperlukan 600 MWp panel surya, dan kurang lebih 1,8 GWh battery storage,” katanya dalam FGD Teknologi PLTS Dan Baterai pada Senin (10/5/2021).













