• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 25 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Langkah Bank Himbara Restrukturisasi Utang BUMN Bermasalah

by redaksi
7 Juni 2021
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kondisi keuangan sejumlah perusahaan pelat merah atau badan usaha milik negara (BUMN) semakin mengkhawatirkan di tengah pandemi Covid-19  yang belum berakhir.  Mereka menderita kerugian akibat pukulan pandemi tersebut ditambah dengan beban utang yang harus ditanggung. Tumpukan utang jangka pendek tengah menanti untuk diselesaikan.

Utang-utang tersebut termasuk berasal dari perbankan. Bank Himbara yang memiliki eksposur kredit cukup besar ke saudara-saudaranya sesama BUMN saat ini dihadapkan dengan risiko besar jika tidak segera dilakukan penyelesaian.

RelatedPosts

BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

Perbaikan Kinerja, Garuda Indonesia Mencatat Penurunan Rugi Bersih Menjadi Rp790 miliar Sepanjang Kuartal I 2026

Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Selain Garuda Indonesia yang menghadapi krisis keuangan dengan total utang jatuh tempo hingga Mei 2021 mencapai Rp 70 triliun, ada beberapa BUMN lain yang sedang merugi dan sekaligus dihadapkan dengan tingginya utang jangka pendek.

PT Waskita Karya Tbk misalnya per akhir 2020 memiliki utang jangka pendek Rp 43 triliun dimana Rp 17,86 triliun merupakan utang bank jangka pendek dan Rp 1,22 triliun utang bank jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam setahun. Tahun lalu, perusahaan konstruksi ini merugi Rp 9,49 triliun.

Adapun pinjaman jangka pendek Garuda Group ke perbankan per September 2020 mencapai US$ 754,3 juta dan utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu setahun mencapai US$ 92,6 juta.

PT Angkasa Pura II juga merugi Rp 2,49 triliun tahun lalu. Pengelola bandara yang berfokus pada area Indonesia bagian barat ini tercatat memiliki utang jangka pendek per Desember 2020 sebesar Rp 6,78 triliun, itu termasuk utang bank jangka pendek sebesar Rp 526,55 miliar dan utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam setahun sebesar Rp Rp 229,59 miliar.

Utang bank jangka pendek ini berasal dari BNI sebesar Rp 362,9 miliar yang jatuh tempo pada 28 Mei 2021 dan sisanya dari Maybank Indonesia yang jatuh tempo 3 Juni 2021..

PT Angkasa Pura I mencatatkan utang jangka pendek Rp 4,76 triliun per akhir 2020 dimana Rp 110,49 triliun merupakan utang bank jangka pendek dan Rp 281,5 miliar utang pinjaman bank jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam setahun. Pengelola bandara yang fokus di wilayah timur ini membukukan kerugian Rp 2,32 triliun tahun lalu.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI ) tercatat memiliki kredit ke pihak berelasi dengan perseroan, termasuk ke BUMN selaku institusi yang sama-sama dimiliki pemerintah, sebesar Rp 100,99 triliun per Maret 2021. Itu setara 18,05% terhadap total kredit perseroan.

David Pirzana, Direktur Manajemen Risiko BNI mengatakan, beberapa kredit ke BUMN sudah berhasil direstrukturisasi seperti Krakatau Steel dan PTPN Group dan beberapa sedang dalam proses menuju restrukturisasi.

“Beberapa kasus yang kita sudah restrukturisasi, mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah melalui Kementerian untuk memfasilitasi prosesnya dan melakukan komunikasi dengan kreditur di luar Himbara,” katanya

Adapun debitur BUMN di BNI yang sedang dalam proses untuk direstrukturisasi adalah Waskita dan Garuda. David bilang, keduanya sudah masuk masuk Loan at Risk (LaR) atau kredit berisiko.

Keduanya tidak diberikan program restrukturisasi Covid-19 karena tidak memenuhi syarat atau sudah bermasalah sebelum pandemi mencuat. Program relaksasi restrukturisasi Covid-19 hanya boleh diberikan kepada debitur yang usahanya bermasalah setelah pandemi.

Untuk memitigasi potensi pemburukan aset pada debitur BUMN yang mengalami masalah, BNI sudah menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang cukup. Jumlah pencadangan yang dialokasikan berbeda tergantung dengan kondisi di masing-masing BUMN.

Semakin besar potensi kerugiannya maka CKPNnya semakin besar. “Sebagai ilustrasi, CKPN Garuda lebih besar dibanding Waskita,” ujar David.

Sementara BRI tercatat memiliki kredit ke pihak afiliasinya sebesar Rp 75,103 triliun atau 8,21% terhadap total kredit perseroan per Maret 2021.

Menurut Agus Sudiarto, Direktur Management Resiko BRI, kualitas kredit ke debitur BUMN di BRI secara umum cukup terjaga dengan baik dengan rasio non performing loan (NPL) sekitar 1,3%. Itu masih berada di bawah NPL BRI secara total.

Agus mengakui, beberapa BUMN mengalami penurunan performa akibat pandemi Covid-19. Untuk debitur-debitur yang menghadapi gangguan ini telah dilakukan restrukturisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Beberapa restrukturisasi yang sudah terlaksana dengan baik diantaranya Krakatau Steel dan PTPN Group,” ungkapnya.

Agus tidak menyebutkan BUMN mana yang mengalami masalah dan sedang dalam proses untuk restrukturisasi. Namun, bank ini tercatat memiliki kredit Rp 3,3 triliun ke Garuda Group per Maret 2021 dan Rp 2,76 triliun ke Waskita.

Sedangkan Bank Mandiri tercatat memiliki eksposur kredit ke pihak berelasi paling besar dibanding Himbara lainnya.  Totalnya mencapai Rp 181,48 triliun atau 18,85% terhadap total kredit perseroan per Maret 2021. Pihak berelasi ini bukan hanya BUMN, tetapi juga karyawan kunci Bank Mandiri dan perusahaan yang memiliki kaitan dengan pengurus perseroan.

Untuk mengantisipasi risiko pemburukan kredit, Bank Mandiri telah menyiapkan CKPN sebesar Rp 67,26 triliun hingga Maret 2021.  Adapun BTN memiliki outstanding kredit ke pihak berelasi Rp 16,97 triliun atau 6,49% terhadap total kredit perseroan. Sebagian besar diberikan pada perusahaan pelat merah yang berkaitan dengan properti dan konstruksi.

Sumber Kontan, edit koranbumn

 

Previous Post

Telkomsel Perkuat kemitraan Strategis dengan Schneider

Next Post

Lowongan Kerja BUMN 2021 : ASDP Indonesia Ferry

Related Posts

Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

25 April 2026
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute
Berita

Perbaikan Kinerja, Garuda Indonesia Mencatat Penurunan Rugi Bersih Menjadi Rp790 miliar Sepanjang Kuartal I 2026

25 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan

25 April 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Optimalkan Potensi Warisan Dunia dan Ekonomi Berkelanjutan, PTBA Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel

25 April 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi di Operasi Ketupat 2026

25 April 2026
Waskita Karya Selenggarakan Sosialisasi P4GN
Berita

Waskita Karya Bukukan Penyusutan Rugi Bersih menjadi Rp679,04 miliar Sepanjang Kuartal I 2026

25 April 2026
Next Post
ASDP Mulai Mewajibkan Pembelian Tiket Online Hari Ini

Lowongan Kerja BUMN 2021 : ASDP Indonesia Ferry

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

Krakatau Steel Perkuat Sinergi Strategis: Mengakselerasi Hilirisasi, Menjaga Kedaulatan Baja Nasional

6 hari ago
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat

Komitmen MIND ID Menerapkan Prinsip Keberlanjutan di Seluruh Wilayah Operasional Tambang

2 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

3 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kampung Nelayan BSI Warloka: Harapan Baru Masyarakat Pesisir dari Laut yang Sama

2 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

by redaksi
25 April 2026
0

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mempertegas komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui program regenerasi hutan mangrove...

Read more
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Perbaikan Kinerja, Garuda Indonesia Mencatat Penurunan Rugi Bersih Menjadi Rp790 miliar Sepanjang Kuartal I 2026

25 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan

25 April 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Optimalkan Potensi Warisan Dunia dan Ekonomi Berkelanjutan, PTBA Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel

25 April 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi di Operasi Ketupat 2026

25 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In