Kementerian BUMN bersama Komisi VI DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik tanggal 17 Mei 2021. Dalam Kunker ini Kementerian BUMN diwakili oleh Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga dan Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan Muhammad Khoerur Roziqin. Kunker Spesifik Komisi VI DPR RI di Provinsi Jawa Barat kali ini terkait Progress Penanganan Restrukturisasi Kredit di Jawa Barat oleh PT BRI (Persero), Tbk dan meninjau upaya Korporasi menghadapi kompetisi global di wilayah Jawa Barat oleh PT BRI Agroniaga. Dalam kesempatan ini hadir Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dan Direktur Utama BRI Agroniaga Kaspar Situmorang.
BRI Agroniaga merupakan bagian dari Bank BRI dimana Bank BRI Agroniaga atau yang biasa disebut BRI Agro adalah perusahaan keuangan berjenis Jasa Perbankan di Indonesia yang didirikan oleh Dapenbun (Dana Pensiun Perkebunan Nusantara) pada 27 September 1989. Bank BRI melalui Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan Progress Penanganan Restrukturisasi Kredit di Jawa Barat, salah satunya pertumbuhan pinjaman BRI pada Q1 2021 sebesar 1,40% ditopang segmen UMKM (tumbuh 6,48%) khususnya segmen Mikro yang tumbuh sebesar 12,40% secara year on year.
Sedangkan BRI Agroniaga melalui Direktur Utama BRI Agroniaga Kaspar Situmorang menjelaskan upaya korporasi menghadapi kompetisi global di wilayah Jawa Barat dengan mengambil hikmah adanya Pandemi Covid 19, BRI Agroniaga fokus dalam mempercepat pertumbuhan digital bangking. Sebagai contoh, Tren Digital BRI Agroniaga sebagai Perbankan di masa depan, BRI Agroniaga sebagai Bank digital BUMN dan Nilai Bank Digital. Sehingga fokus BRI Agroniaga dalam bertransformasi ke digital merupakan fokus utama dan tetap survive (bertahan) di tengah pandemi.
Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga menambahkan bahwa arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk Himbara (Himpunan Bank Negara) agar fokus transformasi ke digitalisasi. Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga menghimbau BRI tetap menjadi andalan UMKM untuk membantu pengembangan UMKM khususnya segmen Mikro sedangkan BRI Agroniaga harus segera mempercepat proses digitalisasi.















