Per akhir kuartal pertama 2021, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memiliki total utang bank baik jangka panjang maupun pendek sebesar Rp 5,6 triliun. Dengan jumlah yang terbilang kecil dibanding konstruksi pelat merah lainnya, ADHI tidak dalam proses restrukturisasi utang.
“Saat ini ADHI tidak dalam proses restrukturisasi utang dan tidak ada utang obligasi yang jatuh tempo pada tahun ini,” kata Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto
Bila dirinci, total utang ADHI kepada perbankan antara lain utang bank dan lembaga keuangan lainnya jangka pendek sebesar Rp 4,39 triliun, utang bank dan lembaga keuangan lainnya jangka panjang yang jatuh tempo dalam setahun Rp 351,52 miliar. Kemudian utang bank dan lembaga keuangan lainnya jangka panjang tercatat sebesar Rp 857,62 miliar.
Di tengah kondisi pandemi yang berlanjut sejak 2020, ADHI optimistis debt to equity ratio (DER) tahun 2021 ini akan sama dibanding tahun lalu. Di akhir tahun lalu, DER ADHI berkisar pada level 1,8 kali hingga 1,9 kali.
Adapun strategi ADHI untuk terus menjaga likuiditas adalah dengan mengawal percepatan pembayaran dari dua proyek besar yang sedang dikerjakan yaitu LRT Jabodebek dan Tol Aceh-Sigli. “Serta penguatan tim monitoring piutang,” imbuh Farid.
Sumber KOntan, edit koranbumn















