PT PP Tbk (PTPP) optimistis target kontrak tahun ini akan tercapai meskipun Indonesia sedang mengalami pertumbuhan kasus Covid-19. Adapun pemerintah juga tengah memperketat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).
Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan sejak adanya pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada tahun lalu, PTPP telah sigap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan sangat ketat dan sesuai dengan rekomendasi Pemerintah.
“Kebijakan ini diterapkan di seluruh proyek PTPP di Indonesia, terutama pada proyek2 pemerintah dan BUMN sehingga progres proyek tetap dapat berjalan optimal,” ujar Yuyus
Yuyus juga bilang PTPP saat ini tender yang tengah diikuti sampai dengan akhir Mei 2021 mencapai sebesar Rp 15 triliun yang didominasi oleh proyek Pemerintah dan BUMN. Ia mengatakan, PTPP terus aktif mengikuti tender-tender meski dalam situasi pengetatan kebijakan PPKM Mikro.
“proyek tersebut saat ini sedang dalam proses tender,” ujar dia.
Sebagai informasi, PTPP juga telah menggenggam kontrak baru Rp 2 triliun sepanjang Mei 2020. Dengan begitu, emiten konstruksi plat merah ini mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun.
Ia mengatakan perolehan kontrak baru tersebut didorong dari 45 proyek infrastruktur yang terdiri dari jalan tol, bandara, pelabuhan, sirkuit, bendungan, SPAM, ERIC dan lainnya, 87 proyek gedung yang terdiri dari office tower, rumah sakit, tempat ibadah dan lainnya, serta 24 proyek EPC yang terdiri dari RDMP, Power Plant, dan Smelter.
“Sampai sekarang progress pembangunan berjalan optimal, dan diharapkan dapat selesai tepat waktu dengan mengedepankan kualitas,” tambah dia.
Adapun, di sepanjang tahun ini PTPP berupaya membidik total 56 proyek lagi yang terdiri dari 17 proyek Gedung Pemerintahan & BUMN, 15 proyek Tol dan Jembatan, 18 proyek bendungan, pelabuhan & fasilitas pengairan lainnya dan 6 proyek EPC (1 pembangkit, 2 refinery & beberapa fasilitas pengolahan minerba). Dengan proyek tersebut, PTPP pun proyeksikan potensi market akan mencapai Rp 24,3 triliun.
“PTPP masih terus optimis mencapai target dengan adanya potensi market yang cukup tinggi di tahun ini,” tutupnya.
Sumber Kontan, edit koranbumn















