• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 1 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

PP Presisi Berencana Tambah Belanja Modal Jadi Rp 600 miliar

by redaksi
30 Juni 2021
in Anak Perusahaan, Berita
0
PP Presisi Tebar Dividen Tunai Senilai Rp 66,3 Miliar
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT PP Presisi Tbk (PPRE) berencana menambah anggaran belanja modal atawa capital expenditure (capex) di tahun ini menjadi Rp 600 miliar. Asal tahu saja, sebelumnya PPRE hanya menyiapkan capex sebesar Rp 336 miliar untuk tahun 2021.

Rully Noviandar, Direktur Utama PPRE menjelaskan, nantinya setengah dari alokasi capex di tahun 2021 akan dialokasikan untuk jasa pertambangan.

RelatedPosts

Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Posisi BTN dan BSN Tak Tergoyahkan

GARAM Mempercepat Produksi Garam Mengejar Target Swasembada pada 2027

BNI Membukukan Laba Bersih senilai Rp3,41 triliun per Februari 2026

Hingga Mei 2021, capex yang telah terealisasi perusahaan adalah sebesar Rp 93 miliar, antara lain untuk mendukung proyek jasa tambang nikel Morowali dan proyek infrastruktur sipil lainnya.

“Yang mana 50% capex tersebut akan dialokasikan untuk jasa pertambangan,” kata Rully, hari ini (29/6).

Hingga Mei 2021, PPRE juga sudah menggenggam kontrak baru sebesar Rp 2,2 triliun. Jumlah tersebut sudah sekitar 60% dari target kontrak baru sebesar Rp 3,7 triliun di 2021.

Rully menambahkan, perolehan kontrak baru tersebut berasal dari Proyek Jasa Tambang Nikel Morowali, Pembangunan Jalan Tol Cinere Jagorawi Seksi 3 melalui KSO LMA-PPRE, Pembangunan Jalan Hauling dan Stockpile Weda Bay Nickel, Readymix Supply Proyek Piling Mempawah, Rekonstruksi Paved Shoulder Taxiway Bandara Sepinggan, dan Pembangunan Jalan Kereta Api Makasar Pare-Pare.

“Kami melihat prospek industri infrastruktur atau konstruksi akan meningkat seiring dengan realisasi SWF serta telah maraknya kembali tender proyek-proyek infrastruktur/konstruksi, antara lain Pembangunan Jalan Tol Cinere Jagorawi Seksi 3 yang dimenangkan oleh KSO LMA-PPRE,” jelas dia

Rully juga melihat pada sektor jasa pertambangan khususnya nikel dinilai akan berprospek tinggi lantaran didukung oleh program hilirisasi industri, rencana pembangunan smelter dan pembuatan pabrik baterai.

PPRE pun akhirnya merambah jasa tambang nikel yang akan menjadi strategi perusahaan untuk dapat mengoptimalkan aset yang dimiliki karena kapabilitas yang diperlukan dalam jasa tambang nikel tidak jauh berbeda dengan kapabilitas aset alat berat yang dimiliki perusahaan.

“Dari jasa tambang tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 15% hingga 20% pada pendapatan PP Presisi hingga akhir 2021,” tambah Rully.

Dengan prospek tersebut, perusahaan pun menargetkan pertumbuhan di 2021 adalah 15% sampai 20%. PPRE sangat optimis target tersebut dapat tercapai lantaran perolehan kontrak baru sudah mencapai 60% sebelum tengah tahun dan dapat menjadi pendapatan (burn rate).

“Adapun yang menjadi pendorong dari optimisme kami adalah strategi klaterisasi lini bisnis PPRE & pengembangan jasa pertambangan nikel sebagai sumber pendapatan stabil bagi kami,” sambungnya.

Rully menjelaskan, hingga Mei 2021, proyek-proyek pembangunan infrastruktur tetap berjalan dan telah menunjukkan progres yang sesuai dengan target penyelesaian ruang lingkup pekerjaan PPRE.

Tercatat, perolehan proyek baru maupun proyek-proyek berjalan 91% berasal dari sektor swasta non-APBN. Rully bulang kondisi tersebut  membuat PP Presisi optimis untuk mencapai target tanpa kekuatiran terhadap pengaruh kondisi sektor konstruksi yang muncul belakangan ini.

Sementara itu, 31% dari total proyek berjalan (termasuk proyek dari perolehan kontrak baru) merupakan proyek jasa pertambangan. Bahkan, saat inu PPRE telah menghasilkan produksi dari dua kontrak baru sektor jasa tambang yakni Jasa Tambang Nikel dan Jasa Pengembangan Tambang (Mining Development) Weda Bay Nickel.

Untuk jasa tambang nikel sendiri, pihaknya telah melakukan kegiatan pengapalan (barging) setiap satu minggu sekali yang mana hal tersebut menjadikan jasa tambang sebagai sumber pendapatan stabil bagi perusahaan dengan kontrak kerja jangka panjang (yakni 3 – 4 tahun).

“Disisi lain, kepuasan pelanggan terhadap kinerja kami pada proyek upgrading hauling road di Weda Bay Nickel meningkatkan kepercayaan mereka untuk memberikan kami tambahan lingkup pekerjaan yakni pembuatan stockpile area,” ungkapnya.

Dengan demikian, hingga akhir tahun 2021, PP Presisi menargetkan tambahan kontrak baru dari jasa tambang sebesar lebih dari Rp 1,5 triliun. Tambahan tersebut berasal dari 3 prospek di Jasa Tambang Nikel yang berlokasi di Morowali Utara dan Halmahera Selatan yang mana salah satunya dimiliki oleh produsen nikel terbesar di Indonesia.

Sumber KOntan, edit koranbumn

Previous Post

Tingkatkan Literasi Keuangan, Asuransi Jasindo Sasar Para Pegiat UMKM di Indonesia.

Next Post

Mendukung Program Hilirisasi ZINC bersama Bank Mandiri Bekerjasama melalui Pinjaman USD 96 Juta

Related Posts

Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Posisi BTN dan BSN Tak Tergoyahkan

1 April 2026
Distribusikan Produk, GARAM Gandeng BGR Logistics
Berita

GARAM Mempercepat Produksi Garam Mengejar Target Swasembada pada 2027

1 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Membukukan Laba Bersih senilai Rp3,41 triliun per Februari 2026

1 April 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”
Berita

Strategi Pascalebaran, Pelni Memberikan Diskon 20% untuk Muatan Kontainer Mendorong Tingkat Keterisian Kapal

1 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Kerja Sama Strategis Indonesia dan Jepang senilai Rp401,71 triliun

1 April 2026
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung
Berita

Kinerja Tangguh 2025, ANTAM Catatkan Pendapatan dan Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah Perusahaan

1 April 2026
Next Post
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Mendukung Program Hilirisasi ZINC bersama Bank Mandiri Bekerjasama melalui Pinjaman USD 96 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

5 hari ago
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Strategi Pascalebaran, Pelni Memberikan Diskon 20% untuk Muatan Kontainer Mendorong Tingkat Keterisian Kapal

3 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

4 hari ago
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah

Arus Balik Ramai Lancar, 327,000 Penumpang dan 89,000 Kendaraan Kembali ke Jawa dari Sumatera

6 hari ago
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Posisi BTN dan BSN Tak Tergoyahkan

by redaksi
1 April 2026
0

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN) kian mengukuhkan dominasinya di sektor...

Read more
Distribusikan Produk, GARAM Gandeng BGR Logistics

GARAM Mempercepat Produksi Garam Mengejar Target Swasembada pada 2027

1 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Membukukan Laba Bersih senilai Rp3,41 triliun per Februari 2026

1 April 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Strategi Pascalebaran, Pelni Memberikan Diskon 20% untuk Muatan Kontainer Mendorong Tingkat Keterisian Kapal

1 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Kerja Sama Strategis Indonesia dan Jepang senilai Rp401,71 triliun

1 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In