PT PELNI mencatatkan kinerja positif pada realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di semester 1 tahun 2021, yaitu naik 54,3% jika dibandingkan pada semester 1 tahun 2020. Hingga Juni 2021, PT PELNI telah menyalurkan dana TJSL sebesar Rp 2.053.118.036,- untuk program Pendanaan UMK (d.h Program Kemitraan) dan Program Bantuan lainnya (d.h Program Bina Lingkungan) yang sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals).
PELNI menyalurkan dana program PUMK sebanyak Rp 690 juta kepada 16 pelaku UMK yang terdiri dari sektor perdagangan, industri, perikanan dan peternakan. Sedangkan untuk Program Bantuan lainnya, Perusahaan telah menyalurkan dana sebanyak Rp 1.363.118.036.
Pelaksanaan program TJSL Perusahaan dibagi menjadi Program Pendanaan UMK dan Program Bantuan lainnya. Program PUMK yang dilaksanakan oleh Perusahaan tidak hanya memberikan pinjaman dana, melainkan melakukan pembinaan berupa pendidikan dan pelatihan. Harapannya adalah dapat mengoptimalkan kompetensi UMK sehingga dapat bersaing dan mengembangkan industrinya.
Sedangkan penyaluran dana untuk Program Bantuan lainnya pada semester 1 tahun 2021 ini difokuskan untuk program pelestarian alam terumbu karang dan rumah kelola sampah (RKS), bencana alam, sarana dan prasarana umum seperti pembuatan sumur dan MCK, sarana ibadah, serta program kemasyarakatan lainnya.
Pada tahun 2021 ini PELNI telah meresmikan Rumah Kelola Sampah (RKS) Kampung PELNI Baubau di Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Baubau, Sulawesi Tenggara pada Rabu (9/6). Kampung RKS sebagai program bantuan kemasyarakatan diharapkan bisa membangun kemandirian masyarakat dengan memberi nilai tambah dari sampah rumah tangga menjadi barang bernilai jual.















