• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 31 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Meski Pembelakuan PPKM, Bank Syariah Indonesia Proyeksikan Kinerja Semester II Tetap Tumbuh Positif

by redaksi
31 Juli 2021
in Berita
0
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memproyeksikan kinerja perbankan syariah di semester II tahun ini masih akan tumbuh positif meski di tengah pandemi khususnya dengan adanya pelaksanaan PPKM sejak awal Juli hingga kini.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan BSI pada  tahun ini tidak melakukan revisi RKAP tetapi dalam menentukan target kinerja tetap menggunakan panduan atau patokan untuk melihat kondisi perekonomian setidaknya dalam 3 bulan ke depan.

RelatedPosts

Pertamina Patra Niaga Jaga Energi untuk Negeri dengan Dukungan Armada Logistik Laut di Tengah Dinamika Global

Presiden Prabowo Subianto Memaparkan Pencapaian Danantara dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang

Danantara Berencana Lelang Proyek Sampah Listrik Lagi di 6 Lokasi

“Dalam analysis meeting kami akan melihat 3 bulan lagi apakah ada perubahan atau tidak, tetapi dengan PPKM Darurat dilanjutkan PPKM Level ini, saya yakin fungsi perbankan terutama intermediary akan terganggu,” katanya dalam virtual konferensi pers kinerja semester I/2021, Jumat (30/7/2021).

Hery menjelaskan secara umum perbankan di Indonesia hingga Mei 2021 sebenarnya sudah menunjukkan perbaikan positif secara year to date (ytd), baik dari sisi aset sudah tumbuh di atas 1 persen lebih, dan dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh lebih dari 3 persen.

Hanya saja, dari sisi pembiayaan/kredit masih cukup tertekan, dan hanya mampu tumbuh sekitar 0,65 persen. Hal itu berarti bahwa perbankan nasional sudah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan positif dari sisi aset, dana maupun kredit.

“Nah kita sadar bahwa Juni tentu masih bisa tumbuh tapi begitu Juli, dengan PPKM ini bisa dilihat mal-mal yang buka hanya supermarket, restoran tidak boleh makan di tempat, dan banyak sekali pusat-pusat ekonomi yang tidak termasuk kegiatan esensial tidak bisa bergerak. Mudah-mudahan PPKM tidak terlalu lama sehingga yang dicapai sampai kuartal II bisa diteruskan sampai Desember,” jelasnya.

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menambahkan dalam menentukan target pun BSI tetap harus berhati-hati dan lebih konservatif. Untuk target pembiayaan diperkirakan hanya tumbuh single digit dan untuk DPK bisa dobel digit seperti yang diterjadi pada perbankan umumnya sebagai dampak dari PPKM.

“Namun begitu, kami optimistis profitabilitas BSI mampu mencapai target Rp2,9 triliun – Rp3 triliun karena dalam setengah tahun (semester I/2021) kita sudah capai hampir Rp1,5 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, BSI mampu mencapai laba bersih tersebut karena selama semester I perseroan telah banyak belajar dari pandemi yang melahirkan efisiensi biaya operasional. Pandemi, katanya, telah mendorong bisnis perbankan tanpa bertemu nasabah sehingga terjadilah efisiensi.

Hery kembali menambahkan, bahwa hampir seluruh sektor masih bisa digarap untuk mecapai target tahun ini. Di antaranya seperti segmen wholesale banking (korporasi dan komersial), disusul sektor produktif yakni Small Medium Enterprise (SME) dan mikro atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta segmen konsumer seperti griya pembiayaan rumah, pembiayaan mitraguna yang berbasis payroll, dan pembiayaan kendaraan bermotor.

“Yang unik di BSI ini, kami ada servis yang bisa melakukan pekerjaan seperti pegadaian, karena kami punya layanan gadai emas dan cicil emas sehingga kami tetap bisa menjaga pertumbuhan yang selektif,” jelasnya.

Di sektor industri, lanjut Hery, BSI melihat pembiayaan usaha dari industri farmasi masih sangat menjanjikan disusul industri digital, food and beverage, bahkan perkebunan sawit. Khusus di sektor wholesale, BSI lebih berhati-hati memberikan pembiayaan sehingga perseroan lebih masuk pada pembiayaan proyek-proyek infrastruktur dengan jaminan pemerintah.

“Jadi kita masuk ke pembiyaan yang underline nya APBN. Dalam kurun waktu sebelum Juli kami sudah ikut pembiayaan proyek tol Serang – Panimbang Rp700 miliar, rel kereta Makassar – Pare-Pare Rp327 miliar dan preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera Rp200 miliar. Sebetulnya total sampai Juni, BSI sudah masuk sektor infrastruktur sekitar Rp1,27 triliun,” jelas Hery.

Adapun pada semester I/2021, BSI mencatatkan kinerja aset mencapai Rp247,3 triliun naik 15,15 persen dibandingkan periode sama 2020 atau year on year (yoy). Sedangkan kinerja pembiayaan mencapai Rp161,5 triliun naik 11,73 persen (Yoy), DPK mencapai Rp216,4 triliun naik 16,03 persen.

Sementara kinerja Non Performing Financing (NPF) Gross 3,11 persen atau turun -0,12 persen dari Juni 2020 yakni 3,23 persen, dan untuk NPF Nett 0,93 persen atau turun dari Juni 2020 yakni 1,52 persen. Sedangkan kinerja cash coverage 114,07 persen atau naik 38,88 persen (yoy).

Untuk laba bersih perseroan di semester I/2021 sudah mencapai Rp1,48 triliun atau naik 34,29 pesen dibandingkan periode sama 2020 yakni Rp1,1 triliun.

Sumber bIsnis, edit koranbumn

Previous Post

BTN Ajak Masyarakat Jangan Tunda Beli Rumah, Diberikan Insentif PPn dari Pemerintah

Next Post

BRI Pastikan Sinergi Holding Ultra Mikro Titik Beratkan Adopsi Digitalisasi

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina Patra Niaga Jaga Energi untuk Negeri dengan Dukungan Armada Logistik Laut di Tengah Dinamika Global

31 Maret 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Presiden Prabowo Subianto Memaparkan Pencapaian Danantara dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang

31 Maret 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Berencana Lelang Proyek Sampah Listrik Lagi di 6 Lokasi

31 Maret 2026
ID FOOD Siap Dukung Penguatan Pertanian Wilayah Indonesia Timur
Berita

Holding BUMN Pangan ID FOOD Lakukan Penataan Portofolio dan Refocusing Bisnis

31 Maret 2026
Siaga Lebaran 2026 Ditutup, Jasa Raharja Catat Tren Positif Keselamatan Periode Mudik Lebaran 2026
Berita

Siaga Lebaran 2026 Ditutup, Jasa Raharja Catat Tren Positif Keselamatan Periode Mudik Lebaran 2026

31 Maret 2026
Bandara Soekarno-Hatta Catat Kinerja Positif Selama Periode Angkutan Lebaran 2026, Pergerakan Penumpang Tembus 3,14 Juta
Berita

Bandara Soekarno-Hatta Catat Kinerja Positif Selama Periode Angkutan Lebaran 2026, Pergerakan Penumpang Tembus 3,14 Juta

31 Maret 2026
Next Post
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020

BRI Pastikan Sinergi Holding Ultra Mikro Titik Beratkan Adopsi Digitalisasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

2 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Atas Diskresi Kepolisian, One Way Nasional Arus Mudik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Lalu Lintas Telah Kembali Normal

7 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

3 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Patra Niaga Jaga Energi untuk Negeri dengan Dukungan Armada Logistik Laut di Tengah Dinamika Global

5 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina Patra Niaga Jaga Energi untuk Negeri dengan Dukungan Armada Logistik Laut di Tengah Dinamika Global

by redaksi
31 Maret 2026
0

PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream terus menjaga keandalan distribusi energi nasional dengan memperhatikan dinamika kebutuhan energi masyarakat serta perkembangan...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Presiden Prabowo Subianto Memaparkan Pencapaian Danantara dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang

31 Maret 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Berencana Lelang Proyek Sampah Listrik Lagi di 6 Lokasi

31 Maret 2026
ID FOOD Siap Dukung Penguatan Pertanian Wilayah Indonesia Timur

Holding BUMN Pangan ID FOOD Lakukan Penataan Portofolio dan Refocusing Bisnis

31 Maret 2026
Siaga Lebaran 2026 Ditutup, Jasa Raharja Catat Tren Positif Keselamatan Periode Mudik Lebaran 2026

Siaga Lebaran 2026 Ditutup, Jasa Raharja Catat Tren Positif Keselamatan Periode Mudik Lebaran 2026

31 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In