• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Jumlah Kredit Hapus Buku Perbankan Meningkat hingga Kuartal III 2021

by redaksi
7 November 2021
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 Jumlah kredit hapus buku atau write-off mayoritas bank besar hingga kuartal III 2021 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hapus buku dilakukan terhadap kredit yang memang telah mengalami penurunan nilai.

Namun, pemulihan atas kredit-kredit yang sudah dihapusbukukan mengalami kenaikan sehingga menekan kerugian. Pendapatan mereka dari recovery atau pemulihan lewat penjualan agunan aset meningkat cukup baik.

RelatedPosts

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) misalnya membukukan kredit hapus buku Rp 7,06 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2020 hanya tercatat Rp 5,1 triliun.

Adapun pemulihan dari penjualan kredit yang sudah turun nilai mencapai Rp 1,9 triliun atau 27% dari kredit hapus buku. Itu naik dari kuartal III 2020 yang hanya mencapai Rp 1,23 triliun atau 24% dari kredit hapus buku.

Hapus buku kredit BNI berasal dari segmen korporasi Rp 3,14 triliun,  segmen medium Rp 1,3 triliun, segmen kecil Rp 1,3 triliun dan konsumer Rp 1,21 triliun.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan write-off Rp 10,3 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini dimana pemulihannya mencapai Rp 6,5 triliun atau tingkat recovery-nya 63,2%. Itu naik 17% dari kuartal III 2020 hanya tercatat Rp 8,8 triliun dengan recovery Rp 5 triliun atau 55,7%.

Sedangkan hapus buku kredit PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 9,91 triliun dengan recovery Rp 3,06 triliun atau 30,9%. Write-off ini naik 25,7% dari write-off sembilan bulan pertama tahun lalu yakni  Rp 7,88 triliun dengan recovery  Rp 7,88 triliun atau 31,5%.

Melansir laporan keuangan kuartal III 2021, PT Bank Central Asia Tbk dan Bank CIMB Niaga masing-masing membukukan hapus buku naik menjadi Rp 2,3 triliun dari Rp 1,72 triliun pada kuartal III 2020 dan turun dari Rp 3,3 triliun menjadi Rp 1,27 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Adapun PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat penurunan hapus buku dari Rp 2,3 triliun ke Rp 1,67 triliun.  Elisabeth Novie Riswanti Direktur Wholesale Risk and Asset Management BTN mengatakan, kredit hapus buku BTN mengalami penurunan seiring membaiknya kualitas aset perseroan. Sampai akhir tahun, bank ini memproyeksi kredit hapus buku akan tetap lebih rendah dari tahun 2020.

“Sampai kuartal III 2021, rasio NPL BTN ada di level 3,94% atau lebih baik 62 bps dari periode yang sama tahun lalu.  Perbaikan management collection system dan penjualan aset NPL menjadi salah satu inisiatif strategis Bank BTN di tahun ini, sehingga berdampak pada perbaikan rasio-rasio kualitas kredit hingga September,” kata Novie

Adapun penerimaan BTN dari kredit yang telah dihapusbukukan hingga kuartal III mencapai Rp 214 miliar. Itu terdiri dari  penerimaan pokok, bunga maupun denda. Novie bilang, pendapatan recovery ini meningkat 39% secara year on year (YoY).

Untuk mendorong pencapaian target recovery di tahun 2021 ini, BTN akan fokus pada inisiatif strategis penjualan aset NPL, termasuk kredit yang telah dilakukan hapus buku dengan melakukan penjualan aset NPL secara bulk dan menggelar investor gathering.

Selain itu, BTN juga terus mengembangkan layanan digital dengan mengoptimalkan portal Rumah Murah BTN yang berisi agunan-agunan yang akan dijual sehingga lebih banyak investor yang dapat mengakses informasi tersebut. “Beberapa inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan recovery dari kredit yang telah dihapus buku,” ujar Novie.

David Pirzada, Direktur Manajemen Resiko BNI mengatakan, penurunan rasio NPL BNI hingga kuartal III juga bukan karena meningkatnya hapus buku kredit tetapi karena perbaikan kualitas portfolio kredit.

Sampai akhir tahun, BNI memperkirakan kredit hapus buku sampai akhir tahun akan lebih rendah dari tahun 2020. “Rasio NPL akhir tahun juga dipoyeksikan akan lebih baik dari periode  September 2021,” kata David.

BNI masih akan terus berupaya melanjutkan strategi untuk mendorong penerimaan dari pemulihan aset hapus buku. David mengatakan, pada kuartal III terdapat peningkatan recovery karena perseroan lebih agresif dalam melakukan pelelangan dan mencari investor.

Sejak awal tahun, BNI memang sudah menargetkan untuk mendorong pertumbuhan recovery tahun ini dengan target bisa meningkat 30% dari perolehan pada tahun 2020.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Gelar National Day di Expo 2020 Dubai,Indonesia Tampil Sebagai Land of Diversity di Hadapan Dunia

Next Post

Pefindo Kukuhkan Peringkat idAAA untuk Bank Syariah Indonesia

Related Posts

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

24 Januari 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

24 Januari 2026
Next Post
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Pefindo Kukuhkan Peringkat idAAA untuk Bank Syariah Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Dirut Telkom Indonesia Dian Siswarini Ungkap Agenda Transformasi Perusahaan hingga 2030

16 jam ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

Konsisten Berdayakan Desa, BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

5 hari ago
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

Catat Nol Lost Time Injury di 2025, DAHANA Mantapkan Budaya K3 di Bulan K3 2026

7 hari ago
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Bukan Sekadar Seremonial, PTBA Jadikan Bulan K3 Nasional Momentum Bangun Budaya Keselamatan Kerja

5 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

by redaksi
24 Januari 2026
0

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 17.55 waktu setempat, untuk...

Read more
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In