Kolaborasi antar instansi pemerintah dengan masyarakat menjadi kunci penting untuk dapat mengatasi permasahalan banjir yang terjadi di Kota Batu dan Malang pada 04 November 2021, menurut Direktur Utama Perum Jasa Tirta I pada saat mendampingi tinjauan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat pada Rabu 11 November 2021.
Bapak Raymond Valiant menyampaikan bahwa kolaborasi dilakukan dengan mengoptimalkan peran masing-masing pihak. PJT I melakukan penelusuran alur sungai mulai dari titik lokasi bencana hingga ke daerah hulu, di lereng Gunung Arjuna. Penelusuran dilakukan sehari setelah kejadian banjir, selama 4 hari (5 – 9 November). Dari hasil penelusuran tersebut diperoleh potret riil kondisi tutupan lahan di DAS Brantas hulu hingga ke kawasan Pusung Lading dan Glagah Wangi. Berdasarkan pantauan foto udara diketahui kondisi lahan di lereng-lereng tersebut cukup kritis, ditemukan beberapa lokasi longsoran baru. Longsoran ini menumpuk dan membendung alur-alur pematusan alami. Sehingga apabila terjadi hujan lebat, berpotensi mengakibatkan banjir yang sama dengan kejadian kemarin.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bapak Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa masyarakat yang berada di bantaran alur – alur pematusan ini harus segera direlokasi. Dengan adanya pengaruh La Nina tahun ini, semua pihak harus waspada. Jangan sampai ada korban kembali. Untuk itu Kementerian PUPR akan menyiapkan tempat tinggal baru untuk warga yang direlokasi. Sebagai langkah penanganan pasca banjir beliau menginstruksikan pembersihan aliran sungai dari titik kejadian di sekitar Alas Bengking sampai pertemuan Sungai Brantas sepanjang 4 KM serta pembangunan check dam di area hulu.
Kedepan, perlu disusun rencana penanganan lahan kritis di DAS Brantas. Diperlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di hulu Brantas, termasuk Batu.













