• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 15 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

PLN Ungkap Sejumlah Tantangan Implementasikan EBT di Indonesia

by redaksi
15 November 2021
in Berita
0
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT PLN (Persero) harus menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT).

Pasalnya, saat ini PLN masih menghadapi banyak persoalan seperti penyelesaian proyek mega listrik 35 GW yang didominasi pembangkit fosil, oversupply listrik, hingga mengejar target Nationally Determined Contribution (NDC) di 2030 mendatang.

RelatedPosts

Penjualan Tiket Angkutan Lebaran KAI Capai 2.703.977, Masih Tersedia 1,79 Juta Tempat Duduk

Bio Farma Berangkatkan Lebih dari 500 Peserta Program Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bio Farma 2026

Bahas Kesiapan Mudik Lebaran, Jasa Raharja Gelar “Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi”

Edwin Nugraha Putra, EVP Electricity System Planning PT PLN, memaparkan terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi PLN saat ini. Tantangan terbesar adalah meneruskan pembangunan pembangkit fosil bersamaan dengan menekan emisi karbonnya.

Edwin menjelaskan, dalam beberapa tahun mendatang, PLN sedang menyelesaikan program 35 GW yang didominasi pembangkit fosil. Pembangkit-pembangkit ini akan masuk secara bertahap mulai dari 2021 hingga 2023 nanti.

“Ini akan membuat PLN dalam kondisi oversupply karena memang beban listrik sekarang ini turun sangat rendah disebabkan oleh pandemi,” jelasnya dalam acara acara CEO Live Series-3 – Sustainability Action yang disiarkan secara virtual, Senin (15/11).

Menurut hitung-hitungan PLN, beban listrik pada 2019 direncanakan sebelumnya, baru akan kembali di 2022 nanti. Artinya, terjadi 3 tahun perlambatan beban listrik. Bersamaan dengan melambatnya beban listrik ini, infrastruktur pembangkit fosil sudah mulai masuk.

“Tantangannya, bagaimana fosil dapat kami pakai berkesinambungan menuju ke arah renewable energy tadi. Makanya sebagian batubara kami coba operasikan dengan biomassa. Ini bisa meningkatkan bauran energi terbarukan hampir mencapai 6% tanpa mengeluarkan capex baru, cukup opex mengganti batubara dengan biomassa. Syukur-syukur kalau harga biomassa sama dengan batubara,” ujar Edwin.

Tantangan kedua ialah, bagaimana pada 2025 target bauran EBT sebesar 23% bisa tercapai.

Edwin menjelaskan, untuk menjawab tantangan tersebut, PLN memfokuskan agenda menggantikan PLTD di daerah remote digantikan dengan PLTS. Pertimbangannya, saat ini harga diesel masih mahal atau sekitar 30 cent, sedangkan kalau PLTS menggunakan baterai harganya dapat dimungkinkan sekitar 25 cent. Edwin mengungkapkan, ada 450 lokasi dengan besar 588 MW PLTD dengan potensi konversi ke PLTS sebesar 1,2 GW.

Selain itu, PLN juga sudah berencana untuk mempensiunkan pembangkit fosil yang sudah tua atau berusia 40 tahun. Edwin mengatakan, dengan pemensiunan tersebut maka terbuka kesempatan EBT untuk masuk.

Dia menegaskan, bagi PLTU yang sudah terkontrak akan terus dijalankan, dengan catatan memanfaatkan teknologi untuk menekan emisi yang dibuang, semisal dengan CCUS. Meskipun CCUS belum diimplementasikan di PLN karena teknologinya yang mahal, Edwin memproyeksikan dalam 10 tahun sampai 15 tahun mendatang, harga teknologi ini bisa lebih mapan

Salah satu hambatan yang dihadapi PLN dalam proses transisi PLTU batubara ke energi bersih adalah soal teknologi serta biaya yang mahal. Edwin mencontohkan, Mislanya saja PLTU digantikan oleh PLTS yang  kesediaannya hanya di siang hari.

Jikalau menggunakan teknologi baterai, keterbatasan yang dihadapi PLN adalah soal harganya. Namun, PLN juga sedang melihat opsi dan potensi lainnya seperti teknologi redox flow yang ditengarai biayanya lebih murah.

Edwin menegaskan, EBT merupakan keniscayaan karena ke depannya sumber kelistrikan akan berasal dari energi bersih. Maka dari itu, PLN memerlukan dukungan dari pemerintah dan luar negeri yang memang berusaha membantu memensiunkan pembangkit fosil.

Edwin bilang, pembangunan PLTU dibangun atas dasar kontrak yang mengikat, kalau dipensiunkan tentu harus ada penanggulangan berupa kompensasi. Pada COP26 kemarin, ada beberapa pola yang ditawarkan perihal energy transision mechanisme yang saat ini sedang dikaji PLN,  mana yang bisa diterapkan dan tidak membebani subsidi serta kompensasi negara.

“Pendanaan yang datang tidak seolah-olah kemudian dapat gratisan, tentu ada permintaan dari mereka untuk membangun EBT atau PLTS. Tetapi kita tidak mau dikunci pembangunan PLTS dan melepas peluang kita mendapat harga termurah,” tegasnya.

Edwin menegaskan, pihaknya tidak mau membangun PLTS tetapi komponennya diimpor semua. Dia bilang, Indonesia harus membangun industri PLTS, sehingga bisa menjadi raja di negeri sendiri. Edwin cukup yakin karena kebetulan teknologi PLTS masih sangat memungkinkan  untuk diproduksi dalam negeri.

Edwin mengakui, hal ini yang sedang dikaji oleh Kementerian ESDM, BUMN, dan Kementerian Keuangan bagaimana formulasi terbaik dalam menanggulangi pemensiunan PLTU.

Sumber Kontan, edit koranbumn

 

Previous Post

Kapolda Jateng Jelaskan Dugaan Terkait Tangki di Kilang Cilacap

Next Post

Kiat SUCOFINDO Mewujudkan Kinerja Ekselen Secara Berkelanjutan

Related Posts

Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Penjualan Tiket Angkutan Lebaran KAI Capai 2.703.977, Masih Tersedia 1,79 Juta Tempat Duduk

14 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
Berita

Bio Farma Berangkatkan Lebih dari 500 Peserta Program Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bio Farma 2026

14 Maret 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Bahas Kesiapan Mudik Lebaran, Jasa Raharja Gelar “Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi”

14 Maret 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Tebar Kebaikan Ramadan, Bank Mandiri Region IV Jakarta 2 Salurkan Lebih dari 4.000 Paket Santunan dan Gelar Khitanan Gratis

14 Maret 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam
Berita

Pelindo Perkuat Koordinasi Lintas Instansi Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Komitmen Danantara Mendukung Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional sebesar 8 Persen

14 Maret 2026
Next Post
Sucofindo Serahkan Sertifikat SNI ISO 27001: 2013 dan SNI ISO 9001:2015 kepada BSN

Kiat SUCOFINDO Mewujudkan Kinerja Ekselen Secara Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Bawa 10 UMKM Binaan Tampil di Dhawafest Pesona 2026

4 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

SMI Membuka Peluang Bekerja Sama dengan Danantara Dalam Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

4 hari ago
Pastikan Perjalanan Pemudik Berlangsung Aman dan Nyaman, Jasa Marga Gelar Apel Terpadu Siaga Operasional Lebaran 2026

Pastikan Perjalanan Pemudik Berlangsung Aman dan Nyaman, Jasa Marga Gelar Apel Terpadu Siaga Operasional Lebaran 2026

3 hari ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Penyalur Terbesar di Indonesia, BRI Telah Menyalurkan Rp2,30 triliun Kredit Program Perumahan hingga Akhir Februari 2026

17 jam ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Penjualan Tiket Angkutan Lebaran KAI Capai 2.703.977, Masih Tersedia 1,79 Juta Tempat Duduk

by redaksi
14 Maret 2026
0

Penjualan Tiket Angkutan Lebaran KAI Capai 2.703.977, Masih Tersedia 1,79 Juta Tempat Duduk PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan...

Read more
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Berangkatkan Lebih dari 500 Peserta Program Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bio Farma 2026

14 Maret 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Bahas Kesiapan Mudik Lebaran, Jasa Raharja Gelar “Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi”

14 Maret 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Tebar Kebaikan Ramadan, Bank Mandiri Region IV Jakarta 2 Salurkan Lebih dari 4.000 Paket Santunan dan Gelar Khitanan Gratis

14 Maret 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Pelindo Perkuat Koordinasi Lintas Instansi Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In