PT Kilang Pertamina Internasional menyebutkan proyek kilang Balikpapan yang memiliki nilai investasi US$7 miliar telah mendapatkan minat pendanaan dari sejumlah perbankan mulai dari dalam negeri hingga luar negeri.
Direktur Keuangan PT Kilang Pertamina Internasional Fransetya Hutabarat mengatakan untuk mengoptimalkan strategi pendanaan RDMP Balikpapan tersebut, perseroan menjalin kerja sama dengan perbankan diantaranya Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Syariah Indonesia, untuk terlibat dalam skema project financing.
Menurut dia, skema pendanaan dari bank merupakan langkah yang efektif untuk pengembangan megaproyek kilang dan petrokimia di Balikpapan.
“Saat ini tahapan pendanaan terus bergulir dimana terdapat beberapa bank yang telah mengirimkan Letter of Interest dan menginformasikan besaran dana yang siap dialokasikan untuk pendanaan megaproyek ini. PT KPI sudah melakukan komunikasi intens ke Himpunan Bank Milik Negara serta beberapa bank asing,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan resminya, Kamis (30/12/2021).
Mengingat RDMP Balikpapan ini merupakan salah satu proyek terbesar Pertamina, skema pendanaan yang berkelanjutan merupakan fokus perusahaan untuk mendukung kelancaran proyek.
Guna menunjukkan akuntabilitas proyek RDMP Balikpapan, HIMBARA serta bank asing yang menjadi lenders proyek RDMP Balikpapan hadir menyaksikan milestones penting proyek yaitu pemasangan Regenerator pada unit RFCC.
Saat ini PT KPI juga tengah menggarap berbagai proyek strategis dan membuka peluang untuk investasi dari pihak luar. Terdapat 12 proyek strategis di antaranya Biorefinery Cilacap, RDMP di kilang eksisting, Proyek Petroleum To Pharmaceutical, Petrochemical Jabar, dan lainnya.
Pertamina melalui PT KPI menyambut baik partisipasi pihak eksternal, baik domestik maupun luar negeri, yang tertarik untuk menjadi mitra maupun financier guna mendukung pendanaan dan pembangunan proyek-proyek yang ada di seluruh kilang Pertamina.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















