Kontrak baru yang didapat PT PP Presisi Tbk (PPRE) sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 5,6 triliun. Jumlah ini meningkat 100% dibandingkan tahun 2020.
Sekedar mengingatkan, di tahun 2020, kontrak baru yang berhasil didapatkan PP Presisi hanya Rp 2,8 triliun.
Kinerja tersebut tercapai dari usaha penambahan kontrak baru secara berkesinambungan. Bahkan di penghujung tahun 2021, PP Presisi masih dapat membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp 280 miliar. Kontrak itu berupa mining development serta proyek civil work.
Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan, pencapaian kontrak baru PPRE di 2021 merupakan prestasi tersendiri karena perolehan tersebut bahkan hampir pulih seperti pencapaian tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda.
“Hal inilah yang memicu optimisme kami untuk meningkatkan perolehan kontrak baru pada tahun 2022,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (3/1).
Lebih lanjut Rully bilang, hal lainnya yang dapat dibanggakan dari pencapaian kontrak baru 2021 adalah bahwa telah terjadi shifting dari civil work ke mining services.
Sektor itu telah mendominasi komposisi kontrak baru 2021 sebesar 53% sedangkan civil work menjadi sebesar 41%.
Sedangkan berdasarkan komposisi kepemilikan proyek, perolehan dari proyek eksternal berkontribusi sebesar 87% dan proyek internal sebesar 13%.
Dengan pencapaian tersebut, PP Presisi optimistis dapat meningkatkan perolehan kontrak baru, khususnya dari lini bisnis mining services sebagai sumber pendapatan berulang yang dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.
“Kami juga akan tetap menjaga positioning sebagai main contractor melalui sinergi dengan PTPP selaku entitas induk, serta dengan LMA sebagai entitas anak,” tambah Direktur Peralatan dan SCM PP Presisi Wira Zukhrial.
Dengan realisasi kontrak baru itu, PPRE menargetkan pertumbuhan perolehan kontrak baru 2022 hingga 10% yang didukung mining services.
Anak usaha PT PP Tbk (PTPP) melihat, khususnya nikel yang masih banyak menjanjikan perolehan kontrak baru baik berupa infrastruktur tambang & smelter hingga pertambangan nikel itu sendiri.
Selain itu, pertumbuhan perolehan kontrak baru PPRE di tahun ini juga didukung oleh perolehan kontrak civil work serta production plant pendukung proyek-proyek civil work dari proyek-proyek strategis nasional.
Sumber Kontan, edit koranbumn














