• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 11 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Dampak Bank Indonesia Naikkan GWM Bagi Likuiditas Perbankan

by redaksi
3 Februari 2022
in Berita
0
Bank Indonesia Rilis Cadangan Devisa Februari Turun Jadi 130,4 Miliar Dolar AS
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Normalisasi likuiditas oleh Bank Indonesia (BI) tahun ini melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) diperkirakan berdampak moderat terhadap likuiditas perbankan. Alhasil, ruang untuk penyaluran kredit perbankan diproyeksikan masih luas.

Adapun, sebelumnya BI mengumumkan kenaikan GWM akan dilakukan secara bertahap mulai 1 Maret 2022, yang saat ini sebesar 3,5 persen untuk bank umum konvensional (BUK), bank mum syariah (BUS), dan unit usaha syariah (UUS).

RelatedPosts

SMI Membuka Peluang Bekerja Sama dengan Danantara Dalam Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Menteri Ketenagakerjaan RI Kunjungi PTDI, Tinjau Program Magang Nasional 2026

Peringati Nuzulul Quran, DAHANA Berikan Apresiasi untuk 100 Marbot di Subang

“Terkait dengan kenaikan GWM secara bertahap, kami melihat dampaknya cukup moderat terhadap likuiditas perbankan sepanjang tahun ini,” jelas Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto

Dia menjelaskan berdasarkan data statistik perbankan per Oktober 2021, baik di bank komersial dan bank syariah, kenaikan GWM Rupiah bank komersial dan bank syariah akan mengurangi likuiditas sebesar Rp200 triliun sepanjang 2022.

Kemudian, dia menyampaikan likuiditas di sistem perbankan Indonesia, yang ditunjukkan oleh jumlah penempatan dana bank di instrumen moneter open market operation (OMO) BI per akhir Januari 2022, mencapai sekitar Rp920 triliun. Posisi ler akhir bulan lalu itu meningkat hampir Rp150 triliun dibandingkan dengan posisi akhir 2021.

Untuk itu, Rully memprakirakan kenaikan GWM tidak akan berdampak besar terhadap likuiditas perbankan pada tahun ini. Hal itu karena pengurangan likuiditas yang diestimasi sekitar Rp200 triliun, masih akan menyisakan sekitar Rp700 triliun likuiditas di sistem perbankan.

“Dengan likuiditas tersebut bank-bank masih memiliki ruang yang cukup besar untuk menyalurkan kredit secara lebih agresif, apalagi dengan [loan to deposit ratio] LDR yang masih cukup rendah,” jelasnya.

Di samping itu, dia memperkirakan LDR sampai dengan akhir tahun masih akan berada di kisaran 77-78 persen. Hal itu sejalan dengan asumsi Tim Ekonomi Bank Mandiri yakni pertumbuhan kredit dan DPK, yang masing-masing sebesar 6,6 persen dan 6 persen.

Selain itu, Rully menilai dengan pertumbuhan kredit di atas 10 persen pun, serta dengan pertumbuhan DPK yang tetap di level 6 persen, LDR perbankan masih akan tetap terjaga di bawah 85 persen.

Senada, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo turut memperkirakan likuiditas perbankan masih akan melimpah di tahun ini meskipun adanya kenaikan GWM. Menurutnya, hal tersebut terlihat dari posisi Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang diproyeksikan masih akan besar hingga akhir tahun, kendati adanya tahapan normalisasi likuiditas mulai Maret ini.

Pada konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (2/2/2022), Perry mengungkapkan rasio AL/DPK akhir tahun ini mencapai 30 persen. Rasio tersebut diproyeksikan turun dari besaran saat ini yaitu 35 persen.

“Alat likuid [terhadap DPK] akan turun. Tapi dari 35 persen ke 30 persen. Alat likuid akhir tahun kita perkirakan menjadi 30 persen, dan itu masih juga lebih tinggi dari posisi tertinggi sebelum Covid-19,” tutur Perry, dikutip dari YouTube Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, Rabu (2/2/2022).

Perry menyebut likuditas di perbankan sangat besar saat pandemi Covid-19. Pada saat sebelum pandemi, rasio AL/DPK terbesar hanya mencapai 21 persen.

“Dengan kenaikan GWM ini, likuiditas perbankan masih berlebih, sehingga perbankan masih mampu untuk menyalurkan kredit dan masih bisa membeli SBN untuk pembiayaan APBN,” katanya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

 

Previous Post

DPR Dorong MIND ID Manfaatkan Momentum Kenaikan Harga Komoditas Tambang

Next Post

SKK Migas Kejar Target Lifting Migas Dipatok 703 Ribu Barel per hari

Related Posts

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

SMI Membuka Peluang Bekerja Sama dengan Danantara Dalam Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

10 Maret 2026
Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan
Berita

Menteri Ketenagakerjaan RI Kunjungi PTDI, Tinjau Program Magang Nasional 2026

10 Maret 2026
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU
Berita

Peringati Nuzulul Quran, DAHANA Berikan Apresiasi untuk 100 Marbot di Subang

10 Maret 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan
Berita

Peringati Nuzulul Quran 1447 H, PINDAD Serahkan Bantuan Wakaf & Santunan

10 Maret 2026
CSR BUMN Peduli Covid-19 : PTPN VII, Pupuk Kujang, Pos Indonesia, IPC
Berita

Pupuk Kujang Catat 22,9 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan, Penerapan K3 Terus Diperkuat

10 Maret 2026
Heritage Loco Tour Cepu Terpilih Dalam Pergelaran Virtual Seni Budaya Pemprov Jateng
Berita

Perhutani Gelar Semarak Ramadan 1447 H, Ratusan Warga Jati Padang Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis

10 Maret 2026
Next Post
Terdampak Corona, Dua Proyek Strategis Nasional Migas Terancam Mundur dari Jadwal

SKK Migas Kejar Target Lifting Migas Dipatok 703 Ribu Barel per hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BTN Perkuat Layanan Wealth Management

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Resmi Mengumumkan Pemenang Tender Waste to Energy Tahap Pertama Garap di Bekasi dan Denpasar

2 hari ago
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

Peringati Nuzulul Quran, DAHANA Berikan Apresiasi untuk 100 Marbot di Subang

2 jam ago
Heritage Loco Tour Cepu Terpilih Dalam Pergelaran Virtual Seni Budaya Pemprov Jateng

Perhutani Gelar Semarak Ramadan 1447 H, Ratusan Warga Jati Padang Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis

10 jam ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

SMI Membuka Peluang Bekerja Sama dengan Danantara Dalam Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

by redaksi
10 Maret 2026
0

PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) membuka peluang untuk bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam proyek pengolahan sampah...

Read more
Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan

Menteri Ketenagakerjaan RI Kunjungi PTDI, Tinjau Program Magang Nasional 2026

10 Maret 2026
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

Peringati Nuzulul Quran, DAHANA Berikan Apresiasi untuk 100 Marbot di Subang

10 Maret 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

Peringati Nuzulul Quran 1447 H, PINDAD Serahkan Bantuan Wakaf & Santunan

10 Maret 2026
CSR BUMN Peduli Covid-19 : PTPN VII, Pupuk Kujang, Pos Indonesia, IPC

Pupuk Kujang Catat 22,9 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan, Penerapan K3 Terus Diperkuat

10 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In