Telah dilakukan pengaktifan work station pada Gedung OCC di Depo LRT Jabodebek, Bekasi Timur. Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Direktur Utama ADHI – ADHI Entus Asnawi Mukhson bersama dengan PPK LRT Jabodebek Kemenhub Ferdian Suryo Adhi Pramono, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Operasi INKA I Gede Agus Prayatna, serta Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio LEN Industri Linus Andor Mulana Sijabat, sekaligus memastikan persiapan operasi dari sarana dan prasarana LRT Jabodebek. Pengaktifan yang dimaksud ialah, work station telah mampu memantau kegiatan di seluruh lintas pelayanan, serta seluruh power supply atau aliran listrik sudah aktif memberikan daya.
Depo LRT Jabodebek dibangun di atas tanah seluas 100 hektar dengan bangunan pendukung, antara lain: Light Maintenance memiliki 10 jalur yang digunakan untuk pemeriksaan dan perawatan ringan LRT Jabodebek, seperti perawatan harian, hingga perawatan bulanan; Heavy Maintenance memiliki 8 jalur yang digunakan untuk perawatan besar LRT Jabodebek dengan siklus perawatan tahunan; Stabling Track merupakan lokasi parkir bagi rangkaian kereta LRT Jabodebek yang nantinya akan dioperasikan setiap hari; hingga Gedung OCC yang berfungsi sebagai pengaturan pergerakan/ traffic dari kereta LRT Jabodebek.
Pada gedung OCC, ADHI menyediakan beberapa fasilitas pendukung, seperti maintaining, controlling hingga operator training. LRT Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem Communication Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation Lv 3 (GoA 3). Hingga Februari 2022 ini, keseluruhan progres pembangunan LRT Jabodebek telah mencapai 89,2% dengan pembangunan Depo LRT Jabodebek mencapai 77%















