• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 22 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pupuk Indonesia Paparkan Kondisi Pupuk Subsidi

by redaksi
21 September 2022
in Berita
0
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa saat ini pupuk yang disediakan pasti tidak akan mencukupi kebutuhan petani. Sebab, pupuk yang disediakan pemerintah hanya 1/3 dari kebutuhan petani.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman saat Raker dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (19/9/2022) yang disiarkan secara virtual.

RelatedPosts

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Mengurangi Kemacetan, ASDP Bersama Angkasa Pura Indonesia Menyelesaikan Studi Kelayakan Water Taxi di Bali

IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas secara Berkelanjutan

“Jadi kalau memang apakah pupuk kami telat, apakah pupuk kami ini bisa dilihat dari digital. Memang akan terus diteriakan langka, karena pupuk yang tersedia kalau berdasarkan eRDKK [Rencana Definitif Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Kelompok secara Elektronik] bahwa keperluan pupuk sebesar 25 juta ton sementara pupuk yang bisa disediakan oleh subsidi sebesar 9 juta,” ujar Achmad.

Dia menjelaskan, untuk menjawab mengenai pasokan pupuk, mulai dari persediaan pupuk hingga jumlah yang tersalurkan, pihaknya menggunakan sistem digital. Dari mulai lini satu yaitu pabrik, gudang lini II, gudang lini III, distributor, kios pengecer hingga ke kelompok tani.

“Oleh karena itu, kami juga cara menjawab ini, bisa ini kami salah, bisa juga kami tidak salah. Makanya, kami membuat sistem digital end to end dari lini satu sampai lini 4 yang bisa menjawab pertanyaan tersebut,” ujar Achmad.

Menurut dia, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga bulan Agustus sebesar 63 persen dan diharapkan pada Desember minimum 92 persen tersalurkan.

Sekadar informasi, mengenai keberlangsungan pupuk bersubsidi, sesuai Permentan 10/2022 terjadi ketentuan mengenai pengurangan komoditas yang mendapatkan subdsidi dari 70 komoditas menjadi 9 komoditas. Komoditas tersebut yaitu padi, kedelai, jagung, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao rakyat dan kopi rakyat.

Kemudian, Pupuk Indonesia tadinya ditugaskan menyalurkan 5 jenis pupuk namun dengan beleid tersebut, Pupuk Indonesia hanya ditugaskan menyalurkan pupuk Urea dan NPK.

Achmad menambahkan, sesuai Kepmentan 5/2022 pada tanggal 8 September 2022 alokasi Urea subsidi dari 4.232.704 ton menjadi 4.379.832 ton. Selanjutnya NPK semula 2.481.914 ton menjadi 2.981.799 ton.

“Kalau Urea kami cukup jadi kapasitas nasional itu cukup. Sedangkan penugasan NPK sebesar 2,9 juta ton dan kapasitas produksi kami sebesar 3 juta ton. Jadi ini produksi maksimum kami, jadi tidak ada spare lagi untuk pupuk komersil NPK. Jadi ini hanya untuk full mendukung subsidi,” tutur dia.

Lebih lanjut, Achmad menuturkan untuk memitigasi pengurangan jenis komoditas dan jenis pupuk, PT Pupuk Indonesia akan menyediakan pupuk komersial. “Namun demikian, keterbatasan kami untuk NPK terbatas untuk komersil, sedangkan Urea cukup,” kata dia.

Adapun rencana produksi pupuk oleh PT Pupuk Indonesia, kata Achmad, sampai dengan dari bulan Agustus hingga Desember 2022 ditambah cadangan sebesar 5.815.344 ton. Rinciannya untuk pupuk subsidi hingga Desember sebesar 2.920.249 ton dan non subsidi 1.535.491, sehingga totalnya 4.455.741 ton, sedangkan cadangannya pada 2023 sebesar 1.359.603 ton.

“Saat ini, stok pupuk subsidi jenis Urea 1.059.899 ton atau 223 persen di atas batas ketentuan minimal sebesar 166.888 ton. Sementara NPK stoknya sebesar 577.899 ton atau 362 persen di atas batas ketentuan minimal sebesar 99.509 ton. Alhasil total cadangan pupuk sebesar 275 persen,” tuturnya.

Achmad juga melaporkan bahwa total penjualan PT Pupuk Indonesia baik pupuk maupun non pupuk sampai dengan Agustus 2022 mencapai 8,76 juta ton. Angka itu dikontribusi oleh pupuk PSO sebesar 5,06 juta ton, pupuk komersil 2,75 juta ton dan non pupuk 0,95 juta ton. Sementara total produksi baik pupuk dan non pupuk sampai Agustus 2022 mencapai 12,85 juta ton, yang dikontribusikan oleh pupuk sebesar 8,02 juta ton dan non pupuk sebesar 4,83 juta ton.

Saat ini pupuk sering disebut langka, tidak datang tepat waktu. Kalau datang juga yang ngambil bukan yang berhak. Itulah pertanyaan yang rutin ditanyakan kepada kami. Oleh karena itu, kami juga cara menjawab ini, bis aini kami salah, bisa juga kami tidak salah. Makanya, kami membuat sistem digital and to and dari lini satu sampai lini 4 yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Karena jejak digital tidak mungkin terhapus.

Jadi kalau memang apakah pupuk kami telat, apakah pupuk kami ini bisa dilihat dari digital. Memang akan terus diteriakan langka, karena pupuk yang tersedia kalau berdasarkan ERDKK bahwa keperluan pupuk sebesar 25 juta ton sementara pupuk yang bisa disediakan oleh subsidi sebesar 9 juta ton.

Sehingga petani memegang data sesuai dengan kebutuhan usulan mereka, bukan sesuai apa yang bisa disiapkan oleh kami. Pasti petani akan berteriak karena akan mendapatkan 1/3 dari kebutuhan meerka. Otomatis petani ini yang berhak mendapatkan subsidi pun akan berteriak langka. Sebab mereka mendapatkan pupuk dengan jumlah yang tidak sesuai harapan mereka. Nah itu ada sekitar 16 juta petani yang berhak mendapatkan itu. Sedangkan ada 7 juta petani yang tidak termasuk ERDKK. Mereka tidak bisa masuk karena tidak memenuhi persyaratan ERDKK.

Namun demikian, dengan sistem ini kami ingin menjawab berapa sih alokasi yang disediakan oleh pemerintah, berapa yang diambil petani dan berapa yang menjadi penugasan kami, kapan diambil dan lain lain. Mudah-mudahan ini terjawab dengan sistem digitalisasi yang disiapkan ini.

Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga bulan Agustus sebesar 63 persen dan diharapkan pada Desember minimum 92 persen tersalurkan.

Mengenai keberlangsungan pupuk bersubsidi, sesuai Permentan 10/2022 terjadi ketentuan mengenai pengurangan komoditas yang mendapatkan subdsidi dari 70 komoditas menjadi 9 komoditas. Komoditas tersebut yaitu padi, kedelai, jagung, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao rakyat dan kopi rakyat.

Kemudian, Pupuk Indonesia tadinya ditugaskan menyalurkan 5 jenis pupuk namun dengan beleid tersebut, Pupuk Indonesia hanya ditugaskan menyalurkan pupuk Urea dan NPK.

Sesuai Kepmentan 5/2022 pada tanggal 8 September 2022 alokasi Urea dari 4.232.704 ton menjadi 4.379.832 ton. Selanjutnya NPK semula 2.481.914 ton menjadi 2.981.799 ton.

Kalau Urea kami cukup jadi kapasitas nasional itu cukup. Sedangkan penugasan NPK sebesar 2,9 juta ton dan kapasitas produksi kami sebesar 3 juta ton. Jadi ini produksi maksimum kami, jadi tidak ada spare lagi untuk pupuk komersil NPK. Jadi ini hanya untuk full mendukung subsidi.

Sementara itu, mitigasi pengurangan jenis komoditas dan jenis pupuk, Pupuk Indonesia akan menyediakan pupuk komersial. Namun demikian, keterbatasan kami untuk NPK terbatas untuk komersil, sedangkan Urea melimpah.

Rencana produksi PT Pupuk Indonesia sampai dengan dari bulan Agustus hingga Desember 2022 ditambah cadangan sebesar 5.815.344 ton. untuk pupuk subsidi hingga Desember sebesar 2.920.249 ton dan non subsidi 1.535.491 sehingga totalnya 4.455.741 ton, sedangkan cadangannya pada 2023 sebesar 1.359.603 ton.

Saat ini stok pupuk subsidi jenis Urea 1.059.899 ton atau 223 persen di atas batas ketentuan minimal sebesar 166.888 ton. sementara NPK stoknya sebesar 577.899 ton atau 362 persen di atas batas ketentuan minimal sebesar 99.509 ton. alhasil total cadangan pupuk sebesar 275 persen.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

MIND ID Ungkap Pengembangan Industri Baterai Dalam Negeri Masih Bergantung Impor

Next Post

Asuransi Jasindo Tempuh Sejumlah Jalur Penyehatan Kondisi Keuangan

Related Posts

Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam
Berita

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

22 April 2026
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah
Berita

Mengurangi Kemacetan, ASDP Bersama Angkasa Pura Indonesia Menyelesaikan Studi Kelayakan Water Taxi di Bali

22 April 2026
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG
Berita

IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas secara Berkelanjutan

22 April 2026
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU
Berita

DAHANA Lepas Ekspor Perdana 18.000 Ton Amonium Nitrat ke Australia

22 April 2026
Berita Singkat BUMN : Surveyor Indonesia, LEN, Jasa Tirta I, PPI, PFN, Nindya Karya, Bank Mandiri, PUSRI, Injourney Airports, Jasa Tirta II, ASDP, BBI
Berita

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi Terpilih Sebagai Anggota Dewan ACI Asia Pasifik dan Timur Tengah

22 April 2026
Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Berita

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

22 April 2026
Next Post
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia

Asuransi Jasindo Tempuh Sejumlah Jalur Penyehatan Kondisi Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

DAHANA Lepas Ekspor Perdana 18.000 Ton Amonium Nitrat ke Australia

6 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

7 jam ago
Heritage Loco Tour Cepu Terpilih Dalam Pergelaran Virtual Seni Budaya Pemprov Jateng

Perhutani Raih PROPER Biru, Kinerja Lingkungan PPCI Diakui Secara Nasional

10 jam ago
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

5 hari ago
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam
Berita

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

by redaksi
22 April 2026
0

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pelindo bersama anak usahanya Pelindo Solusi Digital, melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)...

Read more
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah

Mengurangi Kemacetan, ASDP Bersama Angkasa Pura Indonesia Menyelesaikan Studi Kelayakan Water Taxi di Bali

22 April 2026
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG

IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas secara Berkelanjutan

22 April 2026
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

DAHANA Lepas Ekspor Perdana 18.000 Ton Amonium Nitrat ke Australia

22 April 2026
Berita Singkat BUMN : Surveyor Indonesia, LEN, Jasa Tirta I, PPI, PFN, Nindya Karya, Bank Mandiri, PUSRI, Injourney Airports, Jasa Tirta II, ASDP, BBI

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi Terpilih Sebagai Anggota Dewan ACI Asia Pasifik dan Timur Tengah

22 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In