• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 5 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

PLN Nusantara Power Mulai Uji Coba Co-Firing Amonia di PLTU Gresik Unit 1

by redaksi
14 Oktober 2022
in Anak Perusahaan, Berita
0
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT PLN Nusantara Power (PNP) yang sebelumnya bernama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) mulai melakukan uji coba co-firing menggunakan bahan bakar amonia pada PLTU Gresik Unit 1 (100 MW)

Direktur Utama PNP, Ruly Firmansyah mengatakan co-firing yang merupakan program konversi bahan bakar rendah emisi karbon secara bertahap ini terus digencarkan untuk mengejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dan menuju zero emisi pada 2060.

RelatedPosts

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

“Sebelumnya di PLTU Paiton kita sudah co-firing dengan menggunakan biomassa, sekarang kita berupaya melakukan inovasi dengan menggunakan amoniak sebagai bahan bakar di PLTU gas dan BBM,” ujarnya dalam Uji Coba perdana co-firing amonia, Rabu (12/10/2022).

Dia menjelaskan dalam pengoperasian co-firing amonia ini PNP bekerja sama dengan IHI Corporation Jepang yang sebelumnya telah dituangkan dalam penandatanganan MoU rRiset Clean and Green Energy Development pada April lalu.

Direktur Operasi 1 PNP, M. Yossy Noval menjelaskan penerapan co-firing amonia dilakukan di PLTU Gresik ini lantaran pembangkitnya lebih siap baik instalasinya maupun mesinnya tidak ada masalah.

“Pada prinsipnya kita mencari unit yang paling siap, amoniak bisa dibakar di PLTUG yang kebetulan Gresik sistemnya bisa dilakukan uji coba karena ada unit yang bisa terganggu sistemnya saat uji coba,” ujarnya.

Yossy mengatakan meski saat ini harga amonia masih belum terjangkau dibandingkan dengan penggunaan gas/BBM seperti umumnya, tetapi ia berharap pemerintah turut membangun infrastruktur amoniak agar pasokan tercukupi dan harga menjadi lebih murah.

“Saat ini memang untuk uji coba kami masih pakai amonia industri yang harganya cukup mahal, tetapi kami harap dibantu pemerintah bagaimana bangun infrastrukturnya agar harganya menjadi lebih murah,” katanya.

Hasil evaluasi perbandingan menyebutkan bahwa dengan konsumsi energi sebesar 80 MW dibutuhkan bahan bakar gas sebanyak 1.088 mmBTU yang harganya saat ini US$8,1/mmBTU sehingga butuh biaya gas US$8.812 atau setara dengan harga listrik Rp1.630/kwh.

Sedangkan jika menggunakan amonia, konsumsi energi sebesar 80 MW dibutuhkan 51.017 kg amoniak dengan harga saat ini US$1,47/kg, sehingga dibutuhkan biaya amoniak sebesar US$74.945 atau setara dengan harga listrik sebesar Rp13.864,87/kwh alias lebih mahal dari bahan bakar gas.

Peneliti ahli Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eniya Listiani Dewi menilai PNP telah melakukan satu step dalam co-firing pertama menggunakan amoniak. Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi yang meminta kerja sama dengan Jepang terkait hidrogen dan amonia.

“Untuk itu kami mendorong industri untuk masuk ke green atau blue hidrogen sehingga produksi amoniak juga bisa ditingkatkan. Selama ini amoniak banyak dipakai pabrik pupuk. Nah industri punya peran kedua sebagai penghasil emisi karbon, makanya kita dorong itu,” katanya.

General Manager IHI Jakarta Representative Office, Nobuo Uematsu mengatakan dalam pegembangan co-firing amonia ini, PNP cukup kuat, koorperatif dan agresif untuk mempercepat aplikasinya.

“Pemerintah Jepang sangat concern dengan isu lingkungan ini dan ingin terus menurunkan emisi karbon. IHI Japan sudah berhasil melakukan co-firing amoniak sebanyak 20 persen di PLTU Jepang,” katanya.

Nobuo menyadari amonia sebagai bahan bakar hijau untuk pembangkit ini masih banyak hambatan, terutama masalah pasokan yang dibutuhkan sangat besar.

Adapun hingga Oktober 2022, PLN NP telah berhasil memproduksi energi bersih melalui co-firing sebesar 168.814 MWh.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Pertamina Tambah Modal Saham Senilai USD160 Juta ke Polytama Melalui TubanPetro untuk Pengembangan PP 2

Next Post

SIER Dapat Tenan Baru Produsen Atap Bitumen Asal Perancis

Related Posts

33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

5 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

5 Maret 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Perluas Segmen Pasar Sektor Energi, PAL Indoensia Siap Garap Fasilitas Gas Mako

5 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
Berita

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

5 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan

5 Maret 2026
Next Post
SIER Rayakan Hari Jadi yang Ke 46

SIER Dapat Tenan Baru Produsen Atap Bitumen Asal Perancis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung

Tantangan ANTAM Memastikan Emas dari Penambang Rakyat Memenuhi Standar LBMA

11 jam ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Wijaya Karya Menjual Seluruh Saham HIG kepada Hotel Indonesia Natour

2 hari ago
Terkait Pembayaran Klaim, OJK Tunggu Kepastian Kementerian BUMN

Bisa Diperdagangkan di BEI, OJK Menerbitkan Aturan ETF Emas untuk Diversifikasi Investasi

1 hari ago
Antisipasi DBD di Tengah Covid-19, Elnusa Fogging Lingkungan Warga Sekitar

Amankan Kinerja Bisnis, Elnusa Mengantisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz

1 hari ago
33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

by redaksi
5 Maret 2026
0

Di tengah indahnya kebersamaan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Len Industri (Persero) selaku Holding DEFEND...

Read more
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

5 Maret 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

Perluas Segmen Pasar Sektor Energi, PAL Indoensia Siap Garap Fasilitas Gas Mako

5 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

5 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In