Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur (Diskuperdagin Cianjur) memiliki Program Perencanaan dan Pembangunan Industri Kabupaten/Kota yang dilaksanakan melalui sinkronisasi, pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat. Salah satu perwujudan program tersebut adalah dengan menggelar Pelatihan Diversifikasi Produk Tembakau.
Acara yang berlangsung selama 28 hingga 30 September 2022 ini menghadirkan 60 orang peserta pelatihan, yang terdiri dari 30 orang dari pelaku IKM TIS (Tembakau Iris Sigaret) dan 30 orang petani tembakau. Mereka berasal dari delapan kecamatan di Cianjur, yakni Kecamatan Haurwangi, Karang Tengah, Sukaresmi, Cidaun, Ciranjang, Cianjur, Cugenang, dan Mande.
Menurut Judi Adi Nugroho, SE Kepala Bidang Perindustrian Diskuperdagin Cianjur, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pertembakauan dan strategi pengembangan usaha, meningkatkan akses teknologi melalui digitalisasi produk tembakau, meningkatkan kualitas pelaku usaha tembakau serta mendongkrak daya saing produk melalui saluran distribusi pemasaran khususnya promosi, kemasan produk tembakau, dan diversifikasi produk tembakau.
“Maka dari itu, selama tiga hari peserta mendapatkan beragam materi dari berbagai narasumber baik dari lokal Cianjur seperti Kabag Perekonomian Sekretaris Daerah, internal Diskuperdagin Cianjur maupun dari korporasi,” terang Judi yang juga menjadi salah satu narasumber dalam pelatihan dimaksud.
Untuk korporasi, lanjut Judi, kami mengundang Ibu Okta Prima Indahsari dari Puslit Tembakau PTPN X. Ibu Okta menyajikan beberapa materi, diantaranya berjudul Selayang Pandang Tembakau Nasional dan Diversifikasi Produk Tembakau, Syarat Mutu dan Pasar Diversifikasi Produk Tembakau, Residu Pestisida dan NTRM (Non Tobacco Related Material).
“Berbeda dengan narasumber lain, kecuali menyampaikan materi, Ibu Okta juga mengajarkan praktek pembuatan produk diversifikasi tembakau seperti asap cair grade 1, briket, dan pellet serta praktek NTRM,” tambah Judi.
Ditemui di Bydiel Hotel Cianjur, Judi berharap pasca pelatihan, para peserta bisa meningkatkan manajemen usaha tembakau, memanfaatkan digitalisasi produk tembakau serta meningkatkan inovasi dari penerapan diversifikasi produk tembakau. (OPI_Puslit Tembakau, Put_Sekper)















