• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 20 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Belajar Sukses dari Vietnam Mengelola BUMN

Penulis : Prof. Ferry Latuhihin, Ph.D (Former Chief Economist BII, Former Chief Economist PPA-Kapital, Former Fiancial Market Analyst Danareksa, Former Managing Director Del Creco Energy, VP Adhikara Investama )

by redaksi
5 Oktober 2025
in Berita
0
Belajar Sukses dari Vietnam Mengelola BUMN
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak dimulainya Doi Moi tahun 1986, Vietnam telah melangkah jauh meninggalkan central planning yg ketat. Negara menjauhkan diri dari berbagai kegiatan yang bersifat distorsif, harga pasar berlaku, dan sejumlah besar BUMN digabung, dibubarkan, atau dijual. Yang terpenting, BUMN yang direformasi diharapkan dapat menetapkan harga mereka sendiri berdasarkan market cost dan diizinkan untuk mempertahankan keuntungan mereka serta berinvestasi kembali sesuai kebutuhan.

Meskipun Vietnam berupaya mengurangi jumlah BUMN, pada saat yang sama Vietnam memperkuat posisi mereka dengan menggabungkan BUMN menjadi konglomerat besar yang mirip Chaebol dan membatasi akses ke sektor² strategis tempat BUMN beroperasi. Ada motivasi pembangunan yang penting di balik pilihan ini. Pemerintah Vietnam mengandalkan BUMN sebagai sumber pendapatan pajak dan sebagai wahana redistribusi ekonomi ke daerah² miskin. Terlepas dari tujuan mulia ini, hambatan masuk yang lebih tinggi memungkinkan BUMN beroperasi di pasar yang kurang kompetitif di mana mereka terlindungi dari persaingan domestik dan asing.

RelatedPosts

PELNI Apresiasi Kinerja PAL Indonesia dalam Perbaikan KM Umsini

Setelah Membangun 1.368 huntara, Danantara Lanjutkan Groundbreaking Hunian Tetap untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

Agrinas Pangan Nusantara Berencana Impor 70.000 pikap Tata Motors dari India

Menjelang masuk WTO, BUMN² yang tersisa menyumbang kurang dari 10% dari total perusahaan Vietnam, tetapi hadir di semua sektor ekonomi dan menyumbang porsi kapital yang besar (misalnya 80% di bidang pertanian dan ketenagalistrikan, 40% di bidang manufaktur). Meskipun telah dikorporatisasi dan direformasi secara drastis, menjelang akses WTO, BUMN Vietnam lebih menguntungkan dan kurang produktif dibandingkan POE. Yang penting, perbedaan produktivitas antara BUMN dan milik swasta meluas secara substansial setelah masuk ke WTO. Selama periode 2006-2007, terdapat dispersi produktivitas yang luas dan tumpang tindih yang substansial antara distribusi produktivitas kedua jenis perusahaan tersebut. Namun, pada tahun² pasca-WTO, distribusi produktivitas swasta secara progresif bergeser ke kanan, yang menyebabkan kesenjangan yang jauh lebih besar antara swasta dan BUMN.

Karena Vietnam berada dalam posisi tawar yang lemah dalam mencari akses ke WTO, pemotongan tarif most favoured nation (MFN) memberikan variasi eksogen dalam paparan internasional, karena tarif turun dari rata² 20% pada tahun 2006 menjadi 8% pada tahun 2009 dan sangat bervariasi di seluruh industri. Analisis ekonometrik, berdasarkan data tingkat perusahaan dari perusahaan manufaktur dalam Sensus Perusahaan Vietnam, menghasilkan beberapa temuan menarik. Seperti yang diprediksi oleh model perdagangan kanonik, profitabilitas perusahaan menurun dan perusahaan yang berkinerja buruk diusir dari pasar. Namun, seleksi yang disebabkan oleh perdagangan ini hanya berlaku untuk perusahaan swasta. Dalam industri di mana akses WTO membawa pemotongan tarif impor yang lebih kuat, probabilitas kelangsungan hidup perusahaan swasta mengalami penurunan yang lebih kuat.

Demikian pula, penurunan profitabilitasnya dikaitkan dengan pemotongan tarif. Dengan demikian, penurunan profitabilitas paling menonjol di sektor industri yang mengalami pemotongan terdalam. Sebaliknya, tidak ada hubungan yang dapat diamati antara pemotongan tarif, profitabilitas, dan kelangsungan hidup di antara BUMN.***

Previous Post

BNI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Pemanfaatan AI

Next Post

Kilang Pertamina Lakukan Uji Kualitas Untuk Pastikan Produk BBM Sesuai Spesifikasi Standar

Related Posts

Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PELNI Apresiasi Kinerja PAL Indonesia dalam Perbaikan KM Umsini

20 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Setelah Membangun 1.368 huntara, Danantara Lanjutkan Groundbreaking Hunian Tetap untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

20 Februari 2026
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, Resmi Mengundurkan Diri
Berita

Agrinas Pangan Nusantara Berencana Impor 70.000 pikap Tata Motors dari India

20 Februari 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Melalui GPIPS Sumatera 2026, Pos Indonesia Dorong Kelancaran Distribusi Pangan

19 Februari 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Dapat Dukungan Penuh dari KEMENHAJ dalam Program Beras Jemaah Haji 2026

19 Februari 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Mudik Gratis BUMN 2026, Jasa Raharja siapkan kuota untuk 23.500 Pemudik

19 Februari 2026
Next Post
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Kilang Pertamina Lakukan Uji Kualitas Untuk Pastikan Produk BBM Sesuai Spesifikasi Standar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Tantangan Perminas Garap Logam Tanah Jarang di Gabon

23 jam ago
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Garuda Indonesia Bakal Menjadi Induk Holding Maskapai pada Kuartal I-2026

6 hari ago
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Mudik Gratis BUMN 2026, Jasa Raharja siapkan kuota untuk 23.500 Pemudik

11 jam ago
Askrindo Cover Asuransi Kecelakaan Diri  pada Gelaran JogjaROCKarta 2020

Askrindo Bersama IFG Menyediakan Kuota Sebanyak 2.150 tiket Gratis Mudik Bersama Lebaran 2026

11 jam ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PELNI Apresiasi Kinerja PAL Indonesia dalam Perbaikan KM Umsini

by redaksi
20 Februari 2026
0

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengapresiasi kinerja PT PAL Indonesia dalam proyek perbaikan KM Umsini. Proyek tersebut...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Setelah Membangun 1.368 huntara, Danantara Lanjutkan Groundbreaking Hunian Tetap untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

20 Februari 2026
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, Resmi Mengundurkan Diri

Agrinas Pangan Nusantara Berencana Impor 70.000 pikap Tata Motors dari India

20 Februari 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

Melalui GPIPS Sumatera 2026, Pos Indonesia Dorong Kelancaran Distribusi Pangan

19 Februari 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Dapat Dukungan Penuh dari KEMENHAJ dalam Program Beras Jemaah Haji 2026

19 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In