• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 25 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Belajar Sukses dari Vietnam Mengelola BUMN

Penulis : Prof. Ferry Latuhihin, Ph.D (Former Chief Economist BII, Former Chief Economist PPA-Kapital, Former Fiancial Market Analyst Danareksa, Former Managing Director Del Creco Energy, VP Adhikara Investama )

by redaksi
5 Oktober 2025
in Berita
0
Belajar Sukses dari Vietnam Mengelola BUMN
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak dimulainya Doi Moi tahun 1986, Vietnam telah melangkah jauh meninggalkan central planning yg ketat. Negara menjauhkan diri dari berbagai kegiatan yang bersifat distorsif, harga pasar berlaku, dan sejumlah besar BUMN digabung, dibubarkan, atau dijual. Yang terpenting, BUMN yang direformasi diharapkan dapat menetapkan harga mereka sendiri berdasarkan market cost dan diizinkan untuk mempertahankan keuntungan mereka serta berinvestasi kembali sesuai kebutuhan.

Meskipun Vietnam berupaya mengurangi jumlah BUMN, pada saat yang sama Vietnam memperkuat posisi mereka dengan menggabungkan BUMN menjadi konglomerat besar yang mirip Chaebol dan membatasi akses ke sektor² strategis tempat BUMN beroperasi. Ada motivasi pembangunan yang penting di balik pilihan ini. Pemerintah Vietnam mengandalkan BUMN sebagai sumber pendapatan pajak dan sebagai wahana redistribusi ekonomi ke daerah² miskin. Terlepas dari tujuan mulia ini, hambatan masuk yang lebih tinggi memungkinkan BUMN beroperasi di pasar yang kurang kompetitif di mana mereka terlindungi dari persaingan domestik dan asing.

RelatedPosts

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Dimulai, Dukung Kemajuan Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia

BRINS Proteksi Asuransi Kerusakan Tempat Usaha bagi Pelaku UMKM di Kota Banjarmasin

Peringati Hari Kartini, Jamkrindo Perkuat Pembinaan Warga Binaan di Lapas Tangerang

Menjelang masuk WTO, BUMN² yang tersisa menyumbang kurang dari 10% dari total perusahaan Vietnam, tetapi hadir di semua sektor ekonomi dan menyumbang porsi kapital yang besar (misalnya 80% di bidang pertanian dan ketenagalistrikan, 40% di bidang manufaktur). Meskipun telah dikorporatisasi dan direformasi secara drastis, menjelang akses WTO, BUMN Vietnam lebih menguntungkan dan kurang produktif dibandingkan POE. Yang penting, perbedaan produktivitas antara BUMN dan milik swasta meluas secara substansial setelah masuk ke WTO. Selama periode 2006-2007, terdapat dispersi produktivitas yang luas dan tumpang tindih yang substansial antara distribusi produktivitas kedua jenis perusahaan tersebut. Namun, pada tahun² pasca-WTO, distribusi produktivitas swasta secara progresif bergeser ke kanan, yang menyebabkan kesenjangan yang jauh lebih besar antara swasta dan BUMN.

Karena Vietnam berada dalam posisi tawar yang lemah dalam mencari akses ke WTO, pemotongan tarif most favoured nation (MFN) memberikan variasi eksogen dalam paparan internasional, karena tarif turun dari rata² 20% pada tahun 2006 menjadi 8% pada tahun 2009 dan sangat bervariasi di seluruh industri. Analisis ekonometrik, berdasarkan data tingkat perusahaan dari perusahaan manufaktur dalam Sensus Perusahaan Vietnam, menghasilkan beberapa temuan menarik. Seperti yang diprediksi oleh model perdagangan kanonik, profitabilitas perusahaan menurun dan perusahaan yang berkinerja buruk diusir dari pasar. Namun, seleksi yang disebabkan oleh perdagangan ini hanya berlaku untuk perusahaan swasta. Dalam industri di mana akses WTO membawa pemotongan tarif impor yang lebih kuat, probabilitas kelangsungan hidup perusahaan swasta mengalami penurunan yang lebih kuat.

Demikian pula, penurunan profitabilitasnya dikaitkan dengan pemotongan tarif. Dengan demikian, penurunan profitabilitas paling menonjol di sektor industri yang mengalami pemotongan terdalam. Sebaliknya, tidak ada hubungan yang dapat diamati antara pemotongan tarif, profitabilitas, dan kelangsungan hidup di antara BUMN.***

Previous Post

BNI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Pemanfaatan AI

Next Post

Kilang Pertamina Lakukan Uji Kualitas Untuk Pastikan Produk BBM Sesuai Spesifikasi Standar

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Dimulai, Dukung Kemajuan Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia

25 April 2026
BRI Insurance Gandeng Lifepal, Perluas Kemudahan Pasarkan Asuransi Kendaraan
Anak Perusahaan

BRINS Proteksi Asuransi Kerusakan Tempat Usaha bagi Pelaku UMKM di Kota Banjarmasin

25 April 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Peringati Hari Kartini, Jamkrindo Perkuat Pembinaan Warga Binaan di Lapas Tangerang

25 April 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan
Berita

Anjang Asih Peringati HUT ke-43, PINDAD Salurkan Bantuan ke SLB Murni & Yayasan Igasar Pindad

25 April 2026
JIEP Laksanakan Penanaman Pohon, Senam Etika Batuk di Nursery dan Komposting
Berita

JIEP Selenggarakan Business Matching Forum di Shenzhen, Tiongkok

25 April 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

25 April 2026
Next Post
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Kilang Pertamina Lakukan Uji Kualitas Untuk Pastikan Produk BBM Sesuai Spesifikasi Standar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

Dahana Tampil di DSA 2026, Perkuat Eksistensi Industri Pertahanan Indonesia

1 hari ago
Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

Bank Syariah Nasional Geber Inovasi SiPA untuk Efisiensi Pasar Keuangan Syariah

1 hari ago
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Telkom dan Google Indonesia Pacu Transformasi Pendidikan berbasis AI di Kota Padang

2 hari ago
Terkait Pembayaran Klaim, OJK Tunggu Kepastian Kementerian BUMN

Hingga 17 April 2026, BEI Mengungkap Ada16 perusahaan Berencana Lakukan IPO

7 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Dimulai, Dukung Kemajuan Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia

by redaksi
25 April 2026
0

Pertamina terus berkomitmen mendukung perkembangan dunia motorsport nasional sebagai bagian dari upaya mendorong pembalap talenta muda Indonesia. Dukungan ini diwujudkan...

Read more
BRI Insurance Gandeng Lifepal, Perluas Kemudahan Pasarkan Asuransi Kendaraan

BRINS Proteksi Asuransi Kerusakan Tempat Usaha bagi Pelaku UMKM di Kota Banjarmasin

25 April 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Peringati Hari Kartini, Jamkrindo Perkuat Pembinaan Warga Binaan di Lapas Tangerang

25 April 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

Anjang Asih Peringati HUT ke-43, PINDAD Salurkan Bantuan ke SLB Murni & Yayasan Igasar Pindad

25 April 2026
JIEP Laksanakan Penanaman Pohon, Senam Etika Batuk di Nursery dan Komposting

JIEP Selenggarakan Business Matching Forum di Shenzhen, Tiongkok

25 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In