Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ramai-ramai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menjelang akhir tahun ini. Danantara menyebut, gelombang RUPS ini terkait dengan penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perusahaan dengan Undang-Undang (UU) BUMN yang baru.
“RUPS itu ada beberapa poin. Pertama, hampir semua BUMN melakukan RUPS untuk melakukan perubahan anggaran dasar, karena dengan ada Danantara seluruh anggaran dasar itu akan disesuaikan dengan UU yang baru. Jadi makanya banyak RUPS,” ucap COO Danantara, Dony Oskaria saat ditemui Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Sebagai informasi, harmonisasi anggaran dasar merupakan kewajiban agar seluruh BUMN berada dalam satu koridor regulasi dan tata kelola yang sesuai dengan mandat pembentukan Danantara sebagai superholding BUMN.
Umumnya, perubahan AD/ART ini meliputi struktur organisasi, kewenangan direksi dan komisaris, alur pelaporan, hingga penyesuaian terhadap integrasi fungsi-fungsi strategis di bawah holding baru.
Sementara itu, terkait rencana merger BUMN Karya, Dony menuturkan, pemerintah dan Danantara masih melakukan kajian yang mendalam untuk menentukan bentuk penggabungan paling ideal.
“Khusus untuk (BUMN) karya, kita masih melakukan proses pengkajian. Bentuk terbaik dari merger sedang kita siapkan. Merger kan sudah pasti, karena kita ingin perusahaan karya menjadi lebih kuat ke depannya. Ada beberapa opsi,” katanya.
Kajian tersebut mencakup penataan aset, restrukturisasi utang, skema konsolidasi bisnis, dan berbagai opsi pengurangan jumlah entitas perusahaan agar lebih efisien dan berdaya saing.
Dony menekankan, dua agenda besar, yakni penyesuaian AD/ART dan konsolidasi BUMN karya, merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menyatukan tata kelola, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat struktur keuangan perusahaan pelat merah.
Dia menuturkan, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh BUMN sudah siap mengikuti arsitektur baru superholding Danantara sebelum masuk ke agenda besar lainnya, termasuk finalisasi merger sektor konstruksi yang ditargetkan rampung pada kuartal I 2026.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














