Mengawali puncak masa tanam tahun 2025, Perum Perhutani merealisasikan komitmen pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman sebanyak 8.365.989 bibit pohon di lahan seluas 6.593,51 hektar. Langkah strategis ini dilakukan secara tersebar di tiga wilayah kerja yakni Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah, serta Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem hutan di Pulau Jawa dan Madura.
Penanaman yang dilakukan sepanjang tahun 2025 dan puncaknya pada November hingga Desember ini mencakup berbagai komoditas unggulan seperti Jati, Pinus (Rimba), Damar, Mahoni, hingga tanaman Kayu Energi.
Plt Direktur Utama Perhutani, Natalas Anis Harjanto menjelaskan bahwa penanaman ini merupakan implementasi nyata dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta wujud fungsi Perhutani sebagai BUMN pengelola hutan.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kualitas tutupan lahan di wilayah kerja Perhutani. Dengan penanaman yang masif dan terukur ini, kami berharap fungsi ekologis hutan sebagai daerah resapan air dan pengatur iklim dapat terjaga secara optimal demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Natalas Anis.
Pusat Penanaman Serentak di Jawa Tengah
Untuk wilayah Divisi Regional Jawa Tengah, kegiatan penanaman serentak dipusatkan di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bengkah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jembolo Utara, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang. Agenda ini dihadiri oleh segenap jajaran pimpinan Divisi Regional Jawa Tengah dan para Administratur/KKPH se-wilayah tersebut.
Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kegiatan ground breaking ini adalah simbol kesungguhan seluruh insan Perhutani dalam memastikan keberhasilan tanaman. “Kami tidak hanya fokus pada proses menanam, tetapi juga menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan hingga pohon tumbuh dewasa. Kesuksesan tanaman ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan,” tutur Asep.
Sinergi Bersama Stakeholder
Dalam menjalankan mandat pengelolaan hutan secara lestari, Perhutani terus mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Kerja sama ini mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari penegakan hukum, pengamanan hutan, mitigasi bencana, hingga program-program pelestarian lingkungan hidup.
Melalui sinergi yang kuat antara Perhutani, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan kelestarian hutan tetap terjaga dari berbagai ancaman, sehingga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Kom-PHT/PR/2025-XII-29)














