Perkembangan layanan transportasi rel urban di wilayah Jabodetabek menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam satu dekade terakhir. Kenaikan volume pengguna dan intensitas perjalanan menegaskan posisi KRL sebagai sistem transportasi massal utama yang mendukung mobilitas harian masyarakat metropolitan.
Pada 2016, jumlah pengguna tercatat 280.586.407 orang dan meningkat menjadi 315.853.991 pengguna pada 2017. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2018 dengan 336.798.525 pengguna serta tetap terjaga pada 2019 dengan 336.274.343 pengguna. Setelah periode pandemi, pemulihan berlangsung kuat dengan 217.964.892 pengguna pada 2022, meningkat menjadi 290.890.677 pengguna pada 2023, dan terus tumbuh pada 2024 dengan 328.153.923 pengguna.
Pada 2025, layanan KRL urban Jabodetabek melayani 349.311.251 pengguna, melampaui capaian sebelum pandemi dan mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi rel.
Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, frekuensi perjalanan harian juga menunjukkan peningkatan yang stabil. Pada 2015 tercatat 881 perjalanan per hari, meningkat menjadi 926 perjalanan pada 2017 dan 978 perjalanan pada 2019. Sejak 2022, frekuensi berada di atas 1.000 perjalanan per hari, dengan 1.100 perjalanan pada 2023 dan tetap terjaga pada 2025 dengan 1.063 perjalanan per hari. Angka ini menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan layanan KRL dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Jabodetabek.
Vice President Corporate Communication Anne Purba menyampaikan bahwa tren tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan penguatan layanan transportasi urban.
“Pertumbuhan pengguna dan frekuensi perjalanan yang konsisten menunjukkan peran strategis KRL dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat Jabodetabek. Kesiapan sarana menjadi faktor utama agar kualitas layanan dapat terus terjaga,” ujar Anne.
Anne menambahkan bahwa penguatan sarana akan memperkuat ketepatan waktu perjalanan, kenyamanan pelanggan, serta keandalan operasional secara berkelanjutan.
“Dengan volume perjalanan harian yang tinggi, penguatan sarana KRL menjadi bagian penting dalam memastikan layanan transportasi massal tetap siap mendukung aktivitas masyarakat dari hari ke hari,” lanjutnya.
Komitmen negara dalam mendukung penguatan layanan transportasi urban tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025. Presiden menyetujui pengadaan 30 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus meningkatkan alokasi anggaran menjadi Rp5 triliun.
Menurut Anne, dukungan tersebut menjadi landasan strategis dalam menjaga kesinambungan layanan transportasi publik di kawasan dengan tingkat mobilitas tertinggi di Indonesia.
“Penguatan sarana KRL akan memastikan layanan transportasi rel urban tetap andal, nyaman, dan mampu mendukung produktivitas masyarakat serta pertumbuhan kawasan Jabodetabek secara berkelanjutan,” tutup Anne.













