Sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan gas nasional bagi sektor strategis, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN (PGAS) akhirnya memasok gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) kepada PT Nusantara Regas.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, terutama untuk sektor kelistrikan dan industri, pada Senin (19/1/2026), Nusantara Regas telah menerima pasokan perdana LNG dari PGN.
Direktur Operasi & Komersial Nusantara Regas, Mahfud Fauzi menyebut bahwa penerimaan pasokan LNG dari PGAS dapat memperkuat peran jangka panjang Nusantara Regas dalam sistem energi nasional.
“Sejak awal beroperasi, Nusantara Regas telah menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas suplai LNG nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan. Penerimaan LNG perdana dari PGN ini menjadi tonggak strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik dan industri,” ujar Mahfud dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Dia menjelaskan bahwa suplai LNG tersebut akan difokuskan untuk mendukung aktivitas pembangkitan listrik dan industri melalui pemanfaatan infrastruktur gas yang terintegrasi.
“Suplai LNG PGN dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, komersial, dan rumah tangga agar aktivitas ekonomi dapat terus berjalan secara stabil dan berkesinambungan. Gas hasil regasifikasi selanjutnya disalurkan melalui sistem ORF Muara Karang dan jaringan pipa PGN untuk menjangkau pengguna akhir,” tuturnya.
Adapun, proses ship-to-ship transfer LNG tersebut berlangsung pada 19–21 Januari 2026, dengan kegiatan commissioning dan penyerahan gas PGN dilaksanakan pada 20 Januari 2026.
Selanjutnya, gas hasil regasifikasi dialirkan melalui proses gas-in di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang sebelum disalurkan ke jaringan pipa gas.
Mahfud mengungkapkan, pasokan LNG tersebut direncanakan sebanyak tiga kargo sepanjang 2026 dan bersumber dari Kilang LNG Tangguh Papua.
Melalui infrastruktur PGN, imbuhnya, penyaluran gas dapat dilakukan dengan kapasitas maksimum hingga 100 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), dengan kemampuan continuous operation sebesar 60 MMscfd untuk menjamin keandalan suplai.
Sebagai gambaran, Nusantara Regas yang merupakan operator terminal LNG nasional telah melayani dan menyalurkan gas hasil regasifikasi LNG sejak 2012, terutama untuk mendukung pasokan energi sektor kelistrikan.
Selama lebih dari satu dekade, Nusantara Regas berperan strategis dalam memastikan ketersediaan gas bumi yang andal dan berkelanjutan, seiring dengan pertumbuhan permintaan energi nasional dan upaya transisi menuju energi yang lebih bersih.
Adapun, operasi LNG dan gas PGN ini terealisasi sebagai bentuk kolaborasi seluruh stakeholder gas meliputi SKK Migas, Kementerian ESDM, LNG Supplier, PGN, Pertamina, PLN, dan Nusantara Regas selaku pengelola terminal.
Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi, Nusantara Regas akan terus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur LNG dan gas bumi guna menjawab kebutuhan energi nasional yang terus berkembang.
Langkah ini sekaligus mendukung transisi energi menuju bauran yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan, khususnya bagi sektor kelistrikan dan industri sebagai penggerak utama perekonomian.
Untuk diketahui, Nusantara Regas adalah afiliasi PT Pertamina (Persero) yang didirikan bersama PGN, yang bertugas mengoperasikan Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta dan Onshore Receiving Facilities Muara Karang, DKI Jakarta.
Fasilitas ini menerima dan memproses LNG menjadi pasokan energi pembangkit listrik yang punya peran vital di Jakarta dan Jawa bagian barat.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














