Berdasarkan laporan Danantara bertajuk Addressing Future Waste Challenges, dikutip Rabu (21/1/2026), proses peletakan batu pertama proyek PSEL ditargetkan berjalan bertahap pada Maret hingga Juni 2026.
Danantara menyatakan pelaksanaan program dibagi dalam empat tahapan utama. Saat ini, fokus tertuju pada empat wilayah awal yang dinilai paling siap yakni Bekasi, Bogor Raya, Bali, dan Yogyakarta.
Sementara itu, berdasarkan catatan Bisnis, pembangunan kawasan Kampung Haji direncanakan dimulai pada kuartal IV/2026.
Selain program flagship tersebut, Danantara juga berencana segera memulai pembangunan enam proyek hilirisasi strategis.
Menurut Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani, ada enam proyek hilirisasi yang akan dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada Februari 2026. Proyek-proyek tersebut mencakup pengembangan bauksit menjadi aluminium di Kalimantan, bioavtur hingga kilang.
“Kemudian ada [budidaya] unggas di lima tempat,” ujar Rosan, Rabu (14/1/2026).
Selain itu, Danantara juga menyiapkan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang ditargetkan mulai memasuki tahap groundbreaking pada bulan depan. Rosan menyebutkan, aspek teknologi proyek DME masih dalam tahap analisis internal.
Rosan memerinci di Mempawah, Kalimantan Barat, Danantara akan membangun smelter aluminium dari alumina dengan nilai investasi US$2,4 miliar serta fasilitas produksi alumina grade smelter (SGA) dari bauksit senilai US$890 juta. Kedua proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat penguasaan rantai nilai aluminium dari hulu hingga hilir.
Sementara itu, di Jawa Tengah, tepatnya di Kilang Cilacap, Danantara mengembangkan fasilitas produksi bioavtur dengan nilai investasi US$1,1 miliar. Proyek ini ditujukan untuk mendukung transisi energi sekaligus pengembangan industri penerbangan berkelanjutan.
Selain proyek-proyek tersebut, Danantara juga mengembangkan fasilitas bioetanol senilai US$80 juta serta proyek hilirisasi kelapa terintegrasi di Morowali dengan nilai investasi US$100 juta yang saat ini telah berjalan. Di sektor pangan, Danantara turut menggarap pengembangan lima dari total 12 fasilitas budidaya unggas yang tengah dikerjakan.
Secara keseluruhan, ada 18 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi sebesar US$38,63 miliar atau sekitar Rp618,13 triliun yang dikaji oleh Danantara.
Berdasarkan catatan Bisnis, 8 dari 18 proyek tersebut merupakan sektor hilirisasi mineral dan batu bara (minerba), 2 proyek ketahanan energi, 2 proyek transisi energi, 3 proyek hilirisasi kelautan dan perikanan, dan 3 proyek hilirisasi pertanian.
Berikut perincian daftar proyek Danantara yang Bisnis rangkum:
Daftar Proyek Danantara Groundbreaking 2026
| No. | Nama Proyek | Lokasi | Investasi |
| 1. | Smelter aluminium dari alumina | Mempawah, Kalimantan Barat | US$2,4 miliar |
| 2. | Smelter grade alumina dari bauksit (SGAR) | Mempawah, Kalimantan Barat | US$890 juta |
| 3. | Fasilitas produksi bioavtur | Cilacap, Jawa Tengah | US$1,1 miliar |
| 4. | Fasilitas produksi bioetanol
|
Banyuwangi, Jawa Timur | US$80 juta |
| 5. | Proyek hilirisasi kelapa terintegrasi | Morowali, Sulawesi Tengah | US$100 juta |
| 6. | Budidaya unggas | 5 fasilitas dari 12 titik lokasi (tidak disebutkan) | tidak disebutkan |
| 7. | Proyek waste-to-energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) | Bekasi, Bogor Raya, Bali, dan Yogyakarta | estimasi Rp2 triliun-Rp3 triliun/PSEL |
| 8. | Proyek Kampung Haji | Makkah, Arab Saudi | sekitar US$500 juta (pembelian hotel)
US$700 juta-US$800 juta (pembangunan lanjutan) |
Sumber: Danantara, diolah
Daftar Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi yang Dikaji Danantara
| No. | Nama Proyek | Lokasi | Investasi (Rp) | Tenaga Kerja | Keterangan |
| 1. | Industri Smelter Aluminium (bauksit) | Mempawah, Kalimantan Barat | 60 triliun | 14.700 orang | Penghematan impor |
| 2. | Industri DME (batu bara) | 6 lokasi (A) Bulungan, (B) Kutai Timur, (C) Kota Baru, (D) Muara Enim, (E) Pali, (F) Banyuasin |
164 triliun | 34.800 orang | Penghematan impor |
| 3. | Industri Aspal (Aspal Buton) | Buton, Sulawesi Tenggara | 1,49 triliun | 3.450 orang | Penghematan impor |
| 4. | Industri Mangan Sulfat (Mangan) | Kupang, NTT | 3,05 triliun | 5.224 orang | Penguatan industri domestik |
| 5. | Industri Stainless Steel Slab (Nikel) | Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah | 38,4 triliun | 12.000 orang | Penguatan industri domestik |
| 6. | Industri Copper Rod, Wire & Tube (Katoda Tembaga) | Gresik, Jawa Timur | 19,2 triliun | 9.700 orang | Penguatan industri domestik |
| 7. | Industri Besi Baja (Pasir Besi) | Kabupaten Sarmi, Papua | 19 triliun | 18.000 orang | Penguatan industri domestik |
| 8. | Industri Chemical Grade Alumina (Bauksit) | Kendawangan, Kalimantan Barat | 17,3 triliun | 7.100 orang | Penguatan industri domestik |
| 9. | Industri Oleoresin (Pala) | Kabupaten Fakfak, Papua Barat | 1,8 triliun | 1.850 orang | Penguatan ekonomi rakyat |
| 10. | Industri Oleofood (Kelapa Sawit) | KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK) | 3 triliun | 4.800 orang | Pelibatan ekonomi rakyat |
| 11. | Industri Nata de Coco, Medium-Chain Triglycerides (MCT), Coconut Flour, Activated Carbon (Kelapa) |
KI Tenayan, Riau | 2,3 triliun | 22.100 orang | Penguatan industri domestik |
| 12. | Industri Chlor Alkali Plant (Garam) | (A) Aceh, (B) Kalimantan Timur, (C) Jawa Timur, (D) Sumsel (2), (E) Riau, (F) Banten (2), dan (G) NTT (2) |
16 triliun | 33.000 orang | Penghematan Impor |
| 13. | Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia) | (A) Banten, (B) Jawa Barat, (C) Jawa Tengah, (D) Jawa Timur | 1 triliun | 27.600 orang | Penyerapan tenaga kerja |
| 14. | Industri Carrageenan (Rumput Laut) | Kupang, NTT | 212 miliar | 1.700 orang | Pelibatan ekonomi rakyat |
| 15. | Oil Refinery | (A) Lhokseumawe, (B) Sibolga, (C) Natuna, (D) Cilegon, (E) Sukabumi, (F) Semarang, (G) Surabaya, (H) Sampang, (I) Pontianak, (J) Badung (Bali), (K) Bima, (L) Ende, (M) Makassar, (N) Dongala, (O) Bitung, (P) Ambon, (Q) HalmaheraUtara, (R) Fakfak |
160 triliun | 44.000 orang | Ketahanan energi |
| 16. | Oil Storage Tanks | (A) Lhokseumawe, (B) Sibolga, (C) Natuna, (D) Cilegon, (E) Sukabumi, (F) Semarang, (G) Surabaya, (H) Sampang, (I) Pontianak, (J) Badung (Bali), (K) Bima, (L) Ende, (M) Makassar, (N) Dongala, (O) Bitung, (P) Ambon, (Q) HalmaheraUtara, (R) Fakfak |
72 triliun | 6.960 orang | Ketahanan energi |
| 17. | Modul Surya Terintegrasi (Bauksit & Silika) | KI Batang, Jawa Tengah | 24 triliun | 19.500 orang | Transisi Energi |
| 18. | Industri Bioavtur (Used Cooking Oil) | (A) KBN Marunda; (B) KI Cikarang; (C) KI Karawang | 16 triliun | 10.152 orang | Transisi energi |
Sumber: Kementerian ESDM
Sumber BIsnis, edit koranbumn














