PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi mengantongi penyertaan modal negara (PMN) 2026 senilai Rp1,8 triliun. Anggaran tersebut rencananya untuk pengadaan kereta rel listrik alias KRL.
Suntikan modal dari negara tersebut sebagaimana tercantum dalam Salinan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51/2025 tentang penambahan PMN ke dalam modal Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam rangka pelaksanaan penugasan oleh KAI.
Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan, PMN tersebut bukanlah untuk pengadaan trainset atau rangkaian gerbong kereta baru lagi ataupun pengadaan kereta sebagaimana permintaan Prabowo Subianto.
“Tidak termasuk [30 trainset permintaan Prabowo]. Ini masih masuk di PMN pengadaan sarana KRL sebelumnya,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (21/1/2026).
Leza menuturkan, sebelumnya KAI Commuter telah berencana melakukan pengadaan kereta dari China, yakni CRRC Sifang, dan PT INKA.
Kereta impor dari China seluruhnya telah datang yang berjumlah 11 trainset. Sementara dari PT INKA baru hadir empat trainset dari rencana 16 trainset.
Dengan demikian, jumlah sarana baru yang telah beroperasi dari replacement KRL yang dikonservasi sebanyak 15 trainset, terdiri dari CLI-125 (CRRC) 11 trainset dan CLI-225 (INKA) 4 trainset.
Lebih lanjut Leza menyampaikan, PMN yang digunakan untuk pengadaan KRL tersebut berdampak pada layanan yang lebih optimal. Mengingat keberadaan kereta baru tersebut memiliki 12 stamformasi (SF) atau gerbong, sehingga dapat mengangkut penumpang lebih banyak.
Pada tahun lalu, KCI Commuter melaporkan kebutuhan dana mencapai Rp9,1 triliun untuk pengadaan 35 rangkaian kereta (trainset) KRL, baik impor maupun dari PT INKA.
Anggaran tersebut akan berasal sebanyak 60% dari PMN dan sisanya merupakan pinjaman. Artinya, suntikan modal dari negara untuk pengadaan KRL tersebut sekitar Rp5,46 triliun.
Pada 2025, Kementerian Keuangan telah mencairkan PMN tunai kepada KAI senilai Rp1,8 triliun.
Sementara khusus untuk pengadaan kereta impor dari China, KAI menggelontorkan dana Rp3,03 triliun untuk pengadaan 11 trainset baru, yang kini telah beroperasi dengan kode CLI-125.
Adapun, Presiden Prabowo Subianto pada akhir tahun lalu telah menginstruksikan KAI untuk mengadakan 30 trainset baru—di luar pengadaan sebelumnya.
Prabowo pun merestui anggaran senilai Rp5 triliun kepada PT KAI. Dirinya mengungkapkan bahwa tambahan gerbong menjadi solusi transportasi, utamanya bagi masyarakat kelas menengah dan bawah. Dengan demikian, kereta api, khususnya KRL Jabodetabek, akan diperluas dan ditambah rangkaiannya.
“Rp5 triliun saya setujui. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Sumber Bisnis, edit koranbumn













